Berbadan kekar, tinggi besar, berotot baja, bertulang kawat bak gatot kaca.. menarik juga yaa.. tp ini cuma gw butuhin kalau pas lagi di kereta doang. Kenapa? Badan kurang kekar kayak gw apalagi gak tegaan dorong orang sana-sini kalau di kereta Commuter Line cuma jadi korban mereka para wanita berbadan kekar seperti ciri di atas dan mempunyai tingkat tega maksimal.
Kadang buat gw, mau naik dan mau turun dari kereta tuh kayak mau mati aja.. suwerrrr... tapi gw gak pernah kapok karena gw suka dengan kecepatan kereta ini nganter gw ke tempat kerja.Efek positifnya adalah gw jadi lebih sering dzikir di kereta..
Well, kembali ke badan wanita yang kekar dan super tega di kereta ini di kereta, kadang suka muncullin niat iseng gw ngerjain mereka. Mereka yang biasanya suka seenaknya nyender di badan orang lain (termasuk badan gw yang letoy), kadang suka gw kerjain dengan tiba-tiba melepaskan sandaran mereka dan hehe harapan gw gak sepenuhnya terkabul. Udah kebaca kan maksud gw, gw berharap mereka terjerembab atau terkaget2 terbangun dari mimpinya. Eehh boro-boro, saking kekarnya, mereka cuma goyang dikit dan lanjut lagi tidur.
Gw sih udah berusaha menghibur diri menikmati impitan badan-badan kekar ini, misalkan dengan baca apa yang bisa dibaca di smartphone gw.Nah kalaupas gw lagi fokus, biasanya gw anteng baca walau kondisi kegencet remek kayak rempeyek keinjek. Yang bikin gw terganggu adalah ketika tiba-tiba fokus gw terganggu dan akhirnya gw jadi teralih sama badan gw yang kegencet. Nah saat itulah gw merasa menderita dengan badan gw ini dan berharapa ada keajaiban yang merubah badan gw jadi sekekar hulk..Nah ketika gw sadar kalo keajaiban itu gak terjadi, muncul impuls iseng gw buat ngerjain orang yang nyenderin gw tadi..
Ahh jadi manusia emang banyak maruknya yaa... masa pengen punya badan kekar kalau pas di kereta doang :D
Tampilkan postingan dengan label Note di kereta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Note di kereta. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 November 2013
Jumat, 27 September 2013
Perintah Berbuat Adil bukan karena Peraturan/ UU, tetapi karena Allah
Keadilan menjadi hal yang sering dibicarakan dan diteriakkan baik di warung kopi, di kereta, di pojok tempat ngetem tukang ojek dan bajai, di jalanan oleh para perlementer jalanan, di ruang rapat para birokrat, di ruang anggota dewan yang terhormat, dan di tempat-tempat lainnya mulai dari tempat yang berdebu sampai tempat para elit, baik oleh orang awam atau oleh mereka yang mengaku high intellectual.
Bapak Presiden pun tidak ketinggalan berbicara keadilan secara tertulis dalam instruksinya yang tertulis secara resmi dalam Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2010 tentang Pembangunan yang Berkeadilan. Pancasila yang sudah lahir puluhan tahun lalu pun sudah memasukkan kata "adil" dalam sila ke 2 dan ke 5. Begitu pula Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 telah berulang-ulang menyebutkan kata "adil" di dalamnya.
Sebagai seorang birokrat, keadilan sering dipergunakan sebagai dasar membuat suatu kebijakan atau peraturan, dengan menggunakan Peraturan Perundangan yang ada yang dibuat manusia sebagai kiblat dan kitab suci dalam merancang kebijakan atau peraturan yang mengusung keadilan.
Jika direnungkan secara mendalam, sangatlah merugi ketika kita merancang dan mengimplementasikan keadilan hanya karena peraturan atau undang-undang yang notabene dibuat oleh manusia. sungguh rugi. karena sesungguhnya kita mempunyai dasar hukum yang lebih tinggi dari itu, bahkan tertinggi, yang jika kita melakukan keadilan karenanya maka kita akan mendapat pahala yaitu ayat yang ratusan tahun lalu sudah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-'Arāf ayat 29 yang artinya:"Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan".
Sebuah teguran yang sangat mengena agar segala sesuatu dilakukan karena Allah, AlQuran dan Sunnah Rasul saja. That's it. Titik.
Selasa, 17 September 2013
Penundaan Azab
(Al-'An`ām):58 - Katakanlah: "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.
Allah menunda azab seseorang yang berbuat buruk kepada kita bukan karena Dia tidak sayang terhadap kita, namun Allah ingin menguji orang jahat itu dengan kesenangan-kesenangan yang lebih banyak dan kemudian menurunkan azab yang serta merta/sekonyong-konyong (lihat QS Al-'An`ām:44 - Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.)
Percayalah atas pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya yang berpihak kepada hamba yang soleh.
Bersabarlah.. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Wait until you see Allah's Show!
Bersabarlah.. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Kata "Demi Allah"
"Demi Allah" merupakan sumpah tertinggi seorang manusia.
Jika sumpah tertingginya saja sudah dianggap main2, apakah masih layak manusia seperti itu dipercaya?
Thanks Robb... You have shown me the truth!
Jika sumpah tertingginya saja sudah dianggap main2, apakah masih layak manusia seperti itu dipercaya?
Proporsi orang baik Vs orang jahat
QS Al-'An`ām:116 - Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).
Ayat tersebut telah memperkuat bahwa secara statistik, jumlah orang jahat di muka bumi ini adalah lebih banyak daripada orang baik.
Ayat ini juga menambah kesadaran bagi kaun yang berfikir bahwa hidup ini memang merupakan sebuah ujian, an endless challenges!
Yang bisa dilakukan manusia sebagi hamba-Nya hanyalah berusaha dan senantiasa memohon agar dalam ujian ini selalu diberikan bimbingan/petunjuk oleh-Nya, supaya kita tidak terbawa oleh golongan yang sesat.
Astagfirullah...
Hal itu dikuatkan pula oleh ayat berikutnya bahwa manusia memang cenderung mengajak manusia lainnya untuk berbuat jahat mengikuti hawa nafsu mereka: (Al-'An`ām:119): Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
Lebih mengerikan lagi, dalam ayat berikutnya Allah menyampaikan ketetapannya: (Al-'An`ām:123): "Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya".
Astagfirullah....
Ayat tersebut telah memperkuat bahwa secara statistik, jumlah orang jahat di muka bumi ini adalah lebih banyak daripada orang baik.
Ayat ini juga menambah kesadaran bagi kaun yang berfikir bahwa hidup ini memang merupakan sebuah ujian, an endless challenges!
Yang bisa dilakukan manusia sebagi hamba-Nya hanyalah berusaha dan senantiasa memohon agar dalam ujian ini selalu diberikan bimbingan/petunjuk oleh-Nya, supaya kita tidak terbawa oleh golongan yang sesat.
Astagfirullah...
Hal itu dikuatkan pula oleh ayat berikutnya bahwa manusia memang cenderung mengajak manusia lainnya untuk berbuat jahat mengikuti hawa nafsu mereka: (Al-'An`ām:119): Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
Lebih mengerikan lagi, dalam ayat berikutnya Allah menyampaikan ketetapannya: (Al-'An`ām:123): "Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya".
Astagfirullah....
Rabu, 21 Agustus 2013
Wanita dan Kereta
Siapa bilang wanita itu lemah dan lembut?Anda tertipu kawan!
Executive secretary sekalipun yang biasa anda lihat cool calm and confident dengan rok mini dan high heels nya, atau akhwat berjilbab lebar yang terlihat syahdu, atau ibu-ibu birokrat yang terlihat gagah dengan baju besinya, atau para mahasiswi dengan kebeliaanya...
Semuanya terlihat perkasa ketika berada di kereta Commuter Line pada pagi dan sore hari. Hilang sudah kelembutannya!
Mereka (bisa) saling mendorong dengan tangan, lengan, bahu, dada, bahkan (maaf) dengan pantat sekalipun.
Sekali lagi, jangan sampai tertipu kawan!
Sekali lagi, jangan sampai tertipu kawan!
Langganan:
Postingan (Atom)