Selasa, 26 Februari 2008

Petunjuk yg sesungguhnya, Thank U Allah...

Miss Santi mo resign?
kena penalty miss?
berapa?
KOk mau miss?
mendingan juga kabur..., gak bayar juga gpp! (nah lho!)
aku bantuin pake LBH ya...?
and so on...

Heboh!

Banyak sekali komentar temen2 menanggapai resignnya aku n penalty yg harus aku bayar sebagai konsekuensi karena aku resign sebelum masa kontrak selesai...

tanggapan n saran dari temen2 bikin aku bimbang, pake cara yg mana?
bayar? memang cukup besar jumlahnya, setahun gaji guru di sekolah tampat kami ngajar.
kabur? wah kayaknya pengecut ya.. aman d dunia tapi gak d akhirat.
pake LBH? gak kali... jelas2 aku dah menandatangani perjanjian dulu sebelum mulai kerja.

diskusi ma temen sana sini, yg ada tambah bingung.

akhirnya, abis sholat magrib, aku baca Quran, aku buka dengan acak dan aku membaca dua ayat yg tak sengaja aku pilih. pas dah aku baca, ternyata maknanya sangat dalem, sesuai banget dengan masalah yg aku alami.

ternyata ayat yg tak sengaja aku pilih itu adalah QS Ali Imran, 76-77, yg artinya "(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan)Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak akan mendapat bahagian (pahala) di akhirat dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka, bagi mereka azab yg pedih"

Thank U Allah, for Ur guidance....

akhirnya aku mendapatkan petunjuk yang sesungguhnya...

Rabu, 20 Februari 2008

Masih di Jabotabek... ^_^

Alhamdulillah...
cuma kata itu yg keluar,
pas buka amplop putih besar berisi SK pengangkatan CPNS ku itu,

Ternyata Allah masih menginginkan aku dekat dengan keluarga dan orang2 yang menyayangiku, dengan sahabat2 yg selalu ada untukku...

Sehingga yang ditugaskan ke Padang bukanlah diriku,
tapi temen baikku yang umurnya 1 thn di bawah aku...

Padahal 1 hari sebelumnya,
aku deg-degan juga mikirin yang satu ini,
sampe2 private yg bikin aku semangat (dpt tambahan gtu loh :P)
dan ngenet yg biasanya bikin aku lebih fresh pun gak mempan ngebangkitin mood aku.
yang ada di kepala adalah:
akan ditempatkan dimanakah diriku??

tapi setalah solat subuh tadi,
aku lebih tenang,
whatever the decision, it is the best from Allah...
itu lah kata2 yang menenangkan aku menjelang jam2 penyerahan SK yg ditunggu2 aku dan 178 temenku dari seluruh penjuru tanah air...

dan akhirnya Allah membuat keputusan:

Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa Cibinong atau lebih dikenal dengan The National Vocational Rehabilitation Center for Disabled Person, tempat dimana aku ditugaskan, sebagai tempat terbaik yang sudah dipilihkan-Nya untukku...


yah.. masih Jabotabek lah...

Thank u Allah...

Selasa, 19 Februari 2008

Mati itu spektakuler...!

Apa mungkin aku terlalu santai...? belakangan yang ada di kepala hanya hanya mikirin urusan duniawi! Mulai dari mikirin kerjaan yang kayaknya semakin numpuk n gak da semangat buat nyelesainnya, ngejar setoran buat persiapan pindahan dengan cara nambah jam terbang private :P, ngeganti PC yg ada ma laptop baru, liburan ke Garut sekalian naek gunung, dan hal-hal lain yg emang toh cuma duniawi.

trus yang ukhrowinya...?selama ini aku cuma ngejalanin rukun Islam dan meyakini rukun Iman aja! itu juga yg rukun Islamnya baru 4 yang aku jalanin, secara ibadah haji mah baru impian belaka...tanpa berpikir kapan aku nambah hafalan Quran, kapan aku bisa nambah shalat sunat, puasa sunat, nambah jumlah infaq, dsb...

ugh... betapa lalainya aku selama ini.
Astagfirullahaladzim...

Tapi pagi ini, saat kubaca sepintas buku yang tergeletak di kasur roomateku yang berjudul "Mati itu spektakuler", karya Khawaja Muhammad Islam, aku merinding pas baca prefacenya yang kurang lebih ada kata-kata seperti ini:
____________________________________________

... setiap orang ini-orang ini merasa enggan menoleh kepada kematian, bahkan untuk sesaat pun. tapi, ketika janji Tuhan tentang kematian datang, mereka terlempar ke dalam lubang dan jatuh dari istana-istana mereka yang tinggi, masuk ke dalam bumi. Mereka diangkat dari kasur-kasur yang empuk dan di bawah gemerlap lampu-lampu listrik untuk dilemparkan ke dalam kegelapan kuburan. Mereka sedang berasyik masyuk ketika tiba-tiba diserahkan kepada cacing-cacing dan serangga. Alih-alih menikmati makanan dan minuman, mereka bermandikan debu, emnjadikan tahanan yang kesepian tanpa seorang pun teman........

kehidupan abadi tak pernah berakhir, dan berkahnya tak kan ada habisnya. sayangnya, akal budi kita dikaburkan oleh ketidaksadaran. Kita terpikat oleh hiasan ruang tunggu stasiun ini, dimana masa tunggu kita akan berakhirnya dengan datangnya kereta yang kita tunggu dan tentunya telah dijadwalkan. Tentunya akan sangat menguntungkan jika seseorang dalam masa menunggunya yang pendek ini disibukkan dengan persiapan dan merencanakan barang-barang yang akan dibawanya dalam perjalanannya agar berguna kelak di tempat kedatangannya yang abadi. sebaliknya, jika dia membuang waktu singkatnya yang berharga dengan bersantai mengelilingi tempat itu, sambil berusaha membersihkan dan emnata ruang tunggu tersebut, dan yang lebih bodoh lagi sambil menyibukan diri memebli cermin dan peta untuk digantungkan di ruangan itu, sementara barang-barangnya sendiri tercecer. maka dia tak hanya akan kehilangan waktunya yang berharga, tapi juga barang-barang berharganya.

_________________________________________

Nah baru baca prefacenya aja dah bikin aku merinding apalagi membaca keseluruhannya...
So, finally aku memutuskan untuk menjadikan buku tersebut sebagai teman sebelum tidurku di minggu ini..

sahabatku, betapa pun lamanya kehidupan dunia ini, ia adalah fana dan pasti berakhir, dan betapapun besar kepemilikan dunia ini, suatu saat ia harus ditinggalkan.....

Kamis, 14 Februari 2008

bersama di langit biru...

Sungguh indah...
bisa kulihat lagi naga merah dan garuda,
saling bertegur sapa kembali.

Di langit biru yang penuh pelangi,
genderang dan tari berpadu dengan harmoni,
lampu-lampu memancar sepenuh hati,
lilin dan lampion tak takut lagi ditiup mati.
Harum dupa dan mistik pun bisa kuhirup di puncak mimpi,
Bambu-bambu yang dulu mati, tumbuh kembali,
Bunga merah yang layu sudah bersemi lagi.

Semoga naga dan garuda bisa terus bersama,
di langit biru,
negeri yang sudah tampak patah hati.

Aha...
nampak merak dan phoenix pun mau kembali.

Nikmatilah setiap titik2 hujan itu...!

Bersuaralah sepenuh hati,
karena rintik hujan akan menjadi nadamu.
titik-titiknya berirama,
menjadi lagu hati.

Berdendanglah...
karena tiupan angin,
akan membunyikan seruling nuranimu.

Suara-suaranya mendayu,
menjadi pesan sanubari....

Perlahan namun pasti
hujan itu akan berhenti
menghilang...
bersama mendung yang pergi.

Seperti nada dan lagu
yang baru tercipta tadi...

Selasa, 05 Februari 2008

Don't be sad, ask urself...!

well, buku La Tahjan ini benar2 berguna banget n mesti jadi buku wajib kayaknya ...
Coz setiap aku lagi melo atau lagi cengeng, baca buku ini bisa jadi obat mujarab!

jadi pengen beli nih...
(ketahuan deh kalo selama ini buku La Tahjan yg dipake nemenin tidur tuh punya orang )

dan yg aku baca malam ini adalah tentang trik bagaimana agar kita tidak bersedih dengan mengajukan beberapa pertanyaan buat diri kita sendiri.

beberapa pertanyaan yang ngena banget buat aku adalah:

1. Apakah aku memperpahit hidupku sekarang ini dengan memikirkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu?
==> kemarin-kemarin sih sempet yang melo gitu... tapi sekarang, gak deh!

2. Apakah aku bangun di pagi hari dengan keinginanku untuk mengisi hari ini dengan sebaik-baiknya?
==> Yups.. it's a must! walo bangun dengan pala pusing karena krg tidur sebagai efek dari program begadang , tapi otak harus langsung disetting untuk mikirin yg satu ini.

3. Kapankah aku akan memenuhi hidup ini tanpa perasaan cemas dengan masa lalu dan masa depan? minggu depan, bulan depan? besok? atau hari ini?
==> the answer is: A.S.A.P.

Senin, 04 Februari 2008

dag dig dug euy...!

Siang tadi temen baruku di kantor baru ngirim sms, "Fren, ntar tanggal 20 Feb penyerahan SK secara simbolik di Gedung Aneka Bhakti, jam 10, Otre?".

Aku yang lagi asyik2nya konsentrasi bikin soal Formative untuk anak2 test minggu depan, jadi buyar... ide2 cemerlang yang tadi dah nempel di kepala, jadi pada kabur.

Yang ada di kepala adalah, gile... tinggal menghitung hari dong gw disini! secara sekarang dah tanggal 4, besok tanggal 5 mau setengah hari coz ada janji ma dokter), tanggal 6 kunjungan edukatif ma anak2, 7-10 libur, 10-15 anak2 test (pasti sibuk bgt), 16-17 libur, 18-19 ngisi rapot bulanan, 20 gak masuk coz harus ke kantor baru n tanggal berikutnya dah mulai aktif di sana yg entah akan dimana tempat pastinya.
wah dah gak ada waktu efektif buat perpisahan ma anak2 donk...
eh bukan perpisahan dink, tapi membuat acara yang mengesankan bareng anak2...
dah gitu kerjaaan masih numpuk, Lesson Plan untuk 5 bulan ke depan belom selesai...
wuihh... padet banget tuh schedule kalo dipikir2...
mana lagi gak bisa mikir lagi!

Kenapa jadi begini ya??
sebulan yang lalu padahal aku dah ready bgt buat pindah ke tempat baru n ninggalin tempat yg sekarang,
ready secara fisik maupun mental.
trus mo ditempatin dimana juga bener2 siap, gak setengah2 kayak sekarang.

kenapa ya...?

di kelas, anak2 lagi deket2nya n lagi nyenengin....

di asrama, lagi ngejalanin banyak program,
mulai dari program senamnya Dayu,
program masaknya Ka Fitri,
program bikin bunga hiasan ma Ka Siti,
program begadang ma my roomate... tetep itu mah!

di skolah, lagi enak2nya berteman ma guru2 yg laen...

di dunia luar sana, di luar asrama dan sekolah,
lagi bermunculan orang2 yang menyenangkan,
yang bikin aku betah di Jakarta

Padahal dulu dah empet banget ma yang namanya Jakarta,
eh sekarang gak mau jauh2 dari Jakarta...

Nah itu dia kali jawabannya,
mungkin aku dag dig dug nerima SK, karena terlalu berharap di tempatin di Jakarta.
padahal kesempatan di Jakarta tuh cuma 67%, n di Padang 33%...

duh kok jadi begini sih, perasaannya gak jelas...

Santi... Santi...
sudahlah jangan terlalu termakan bayangan masa depan yang belum jelas.
inget kata buku La Tahjan,
Jangan terlalu terobsesi n mikirin masa depan yang masih berupa bayangan...
jalanin aja yang sekarang, hari ini
nimatin yang sekarang aja gtu loh...
biar gak pusing kayak sekarang...
nikmatin aja sisa waktumu di tempat ini...

oche deh, mang akunya kali yg terlalu melo...