Sabtu, 29 November 2014

Rindu

Lokasi foto: Tagana Training Sentul, Bogor

Aku cemburu pada langit, yang bisa memandangmu setiap saat.
Aku cemburu pada angin yang bebas menyentuhmu , membelaimu.

Kutitipkan rindu ini pada rintik hujan,
yang pada setiap butirnya ada malaikat bersaksi, 
Bahwa aku merindukanmu.


Jumat, 29 November 2013

Mushola Hotel Le Meridien Jakarta

Satu hal yang paling saya sukai ketika saya berkunjung (baca: bertugas) di Hotel Le Meridien yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman Jakarta Pusat ini  bukanlah makanannya (walaupun makanannya enak-enak, hehehe sama aja sih standar makanan hotel bintang 5), melainkan musholanya. Pengalaman beberapa kali menghadiri kegiatan-kegiatan yang diadakan di hotel ini oleh ILO, AusAID, WHO dan terakhir minggu ini oleh UNESCO, saya tetap terkagum-kagum dengan pengelola Hotel Le Meridien yang telah menyediakan Mushola yang nyaman untuk pengunjung.


Mushola yang saya maksud adalah mushola Hotel Le Meridien yang berada di lantai 2 tepatnya di kamar 207, dimana ruangan ini khusus didedikasikan untuk Mushola Perempuan. Saya sendiri tidak tahu mushola laki-lakinya sebelah mana.

 Begitu membuka pintu Mushola, pengunjung disambut dengan sebuah kursi di pojok dekat pintu untuk duduk melepas dan memakai sepatu serta lemari kayu untuk menyimpan mukena.
 Kemudian di pojok ruangan lainnya terdapat kamar mandi yang walaupun hanya menyediakan 1 keran air tetapi sangat nyaman untuk berwudhu, dilengkapi dengan handsoap, tempat sampah, tissue dan cermin besar serta kesed lantai.



Kaca mushola menghadap ke taman di luar dan tidak dilengkapi gorden, sehingga mengesankan ruangan menjadi lebih luas. Dinding mushola dihiasi dengan kaligrafi islam dan ukiran Allah-Muhamad di salah satu pojok. Dengan karpet lantai dan sajadah yang sangat empuk, pengunjung yang sholat di Mushola tersebut akan semakin nyaman melakukan ibadah sholat di sana.




Sekali lagi secara pribadi sebagai muslim saya sangat mengapresiasi pemilik dan pengelola Hotel Le Meridien yang telah menyediakan mushola yang cozy di hotel tersebut.***

Jakarta, 29 November 2013

Senin, 25 November 2013

1st night at Pontianak

Pyuuhh... after 2 hours delayed with GA 510 from Jakarta to Pontianak, and after having a very hectic Monday in the office from morning until afternoon, finally I am here at the City of Zero Degrees Latitude. Unfortunately I arrived in the night around 10 pm because I have to go to office first which is means work double-so I couldn't see the river view behind the Kartika Hotel where I will be staying for 2 nights.

But I was really enjoying the view from the plane before landing. I was sitting next to window near the right wing. And I could see clearly the lights of Pontianak seen from the sky. Subhanallah it so beautiful, but I didn't capture it because I didn't bring camera. The view at least could lose the boredom of mine.

Arrived at the airport, my friend has been waiting for so long and then he brought me to the hotel.. along the way, I saw there were so many durian which only 10 thousand rupiahs per pieces. Ahhh.. I am so glad because tomorrow I will spend my time to eat durian after working.

And now is 10 to twelve pm, 10 minutes to change the days. my roommate has already moved to her dream world, I can heard her voice. the TV is still on. I think I have to save my energy for tomorrow, for a duty in this city. Some places  has noted to be the destiny after my work finished. There are Tugu Khatulistiwa,  Budidaya Lidah Buaya, Rumah Betang Suku Dayak, etc.

Anyway, thanks Allah, thanks for today. the hectic days ended with lovely night.
Alhamdulillah....

Rabu, 13 November 2013

Mbak-mbak di Hotel M-One Cibinong

Well, well, well....
Kali ini gw lagi ada kegiatan di Hotel M One di Jl. Raya Bogor nomor sekian, Cibinong. Sebelumnya gw udah sering denger kalau hotel ini banyak dikaitkan dengan hotel tempat mesum dan ajep-ajep. Tapi memang mungkin panitia kegiatannya udah cocok banget dengan hotel ini sehingga beberapa kegiatan berlangganan dilaksanakan di hotel ini. 

Kemarin-kemarin sih gw Cuma denger dari temen gw kalau dia ketemu Mbak yang bajunya begini (baca: terbuka) yang lagi ngomongin tarif per 6 jam sama si Mbak Receptionist. Kemudian temen yang lain lagi yang cerita dapat kamar di gedung bagian belakang yang katanya tempat short time. Kebetulan selama ini gw selalu dapat kamar di gedung depan yang normal-normal aja.

Nah, tadi magrib-magrib gw baru sampe nih hotel, pas lagi jalan menuju lantai 4 melalui lift, pintu ruangan sebelah lift terbuka dan muncul mbak muda cantik bahenol berpakaian dress tanpa lengan merah dengan belahan dada terbuka lebar dan bawahan pas di bawah pantat, ia mengantarkan seorang bapak separuh baya, tipe om-om yang masih pakai baju safari warna biru dongker. Dari dandanannya bisa gw pastikan kalau si Mbak ini adalah pegawai di ruangan itu yang ternyata adalah night club, dan si bapak tadi adalah orang kantoran. Si mbak mengucapkan “Makasih yaa...” dengan lembut dan genit kepada si bapak tadi.

Well, akhirnya gw dipertemukan juga dengan jenis tamu yang pernah diceritain temen gw sebelumnya dan juga oleh orang lain di luar sana tentang hotel ini. Dengan segera gw masuk kamar dan menyambungkan kabel laptop yang baterenya sudah mau habis, sambil menunggu teman sekamar gw yang belum gw kenal yang belum datang, sambil ngetik cerita ini...

So...  buat lo pade yang baca tulisan gw ini, kalau mau nginep di Hotel M One ini sebaiknya jangan pakai baju yang seksi-seksi gitu deh, orang akan dengan mudah menjudge lo sebagai bagian dari jenis yang sama dengan mbak-mbak tadi, kagak enak kannnn... ***

Selasa, 12 November 2013

Berbadan kekar, tinggi besar, berotot baja, bertulang kawat bak gatot kaca.. menarik juga yaa.. tp ini cuma gw butuhin kalau pas lagi di kereta doang. Kenapa? Badan kurang kekar kayak gw apalagi gak tegaan dorong orang sana-sini kalau di kereta Commuter Line cuma jadi korban mereka para wanita berbadan kekar seperti ciri di atas dan mempunyai tingkat tega maksimal.

Kadang buat gw, mau naik dan mau turun dari kereta tuh kayak mau mati aja.. suwerrrr... tapi gw gak pernah kapok karena gw suka dengan kecepatan kereta ini nganter gw ke tempat kerja.Efek positifnya adalah gw jadi lebih sering dzikir di kereta..

Well, kembali ke badan wanita yang kekar dan super tega di kereta ini di kereta, kadang suka muncullin niat iseng gw ngerjain mereka. Mereka yang biasanya suka seenaknya nyender di badan orang lain (termasuk badan gw yang letoy), kadang suka gw kerjain dengan tiba-tiba melepaskan sandaran mereka dan hehe harapan gw gak sepenuhnya terkabul. Udah kebaca kan maksud gw, gw berharap mereka terjerembab atau terkaget2 terbangun dari mimpinya. Eehh boro-boro, saking kekarnya, mereka cuma goyang dikit dan lanjut lagi tidur.

Gw sih udah berusaha menghibur diri menikmati impitan badan-badan kekar ini, misalkan dengan baca apa yang bisa dibaca di smartphone gw.Nah kalaupas gw lagi fokus, biasanya gw anteng baca walau kondisi kegencet remek kayak rempeyek keinjek. Yang bikin gw terganggu adalah ketika tiba-tiba fokus gw terganggu dan akhirnya gw jadi teralih sama badan gw yang kegencet. Nah saat itulah gw merasa menderita dengan badan gw ini dan berharapa ada keajaiban yang merubah badan gw jadi sekekar hulk..Nah ketika gw sadar kalo keajaiban itu gak terjadi, muncul impuls iseng gw buat ngerjain orang yang nyenderin gw tadi..

Ahh jadi manusia emang banyak maruknya yaa... masa pengen punya badan kekar kalau pas di kereta doang :D

....



Love is about caring
About giving
About sincerity
About the peacefulness

And it is all about you.

The picture was borrowed from here

Jumat, 27 September 2013

Perintah Berbuat Adil bukan karena Peraturan/ UU, tetapi karena Allah

Keadilan menjadi hal yang sering dibicarakan dan diteriakkan baik di warung kopi, di kereta, di pojok tempat ngetem tukang ojek dan bajai, di jalanan oleh para perlementer jalanan, di ruang rapat para birokrat, di ruang anggota dewan yang terhormat, dan di tempat-tempat lainnya mulai dari tempat yang berdebu sampai tempat para elit, baik oleh orang awam atau oleh mereka yang mengaku high intellectual.

Bapak Presiden pun tidak ketinggalan berbicara keadilan secara tertulis dalam instruksinya yang tertulis secara resmi dalam Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2010 tentang Pembangunan yang Berkeadilan. Pancasila yang sudah lahir puluhan tahun lalu pun sudah memasukkan kata "adil" dalam sila ke 2 dan ke 5. Begitu pula Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945 telah berulang-ulang menyebutkan kata "adil" di dalamnya.

Sebagai seorang birokrat, keadilan sering dipergunakan sebagai dasar membuat suatu kebijakan atau peraturan, dengan menggunakan Peraturan Perundangan yang ada yang dibuat manusia sebagai kiblat dan kitab suci dalam merancang kebijakan atau peraturan  yang mengusung keadilan.

Jika direnungkan secara mendalam, sangatlah merugi ketika kita merancang dan mengimplementasikan keadilan hanya karena peraturan atau undang-undang yang notabene dibuat oleh manusia. sungguh rugi. karena sesungguhnya kita mempunyai dasar hukum yang lebih tinggi dari itu, bahkan tertinggi, yang jika kita melakukan keadilan karenanya maka kita akan mendapat pahala yaitu ayat yang ratusan tahun lalu sudah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Quran Surat Al-'Arāf ayat 29 yang artinya:"Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". 

Sebuah teguran yang sangat mengena agar segala sesuatu dilakukan karena Allah, AlQuran dan Sunnah Rasul saja. That's it. Titik.

Selasa, 17 September 2013

Penundaan Azab

(Al-'An`ām):58 - Katakanlah: "Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.

Allah menunda azab seseorang yang berbuat buruk kepada kita bukan karena Dia tidak sayang terhadap kita, namun Allah ingin menguji orang jahat itu dengan kesenangan-kesenangan yang lebih banyak dan kemudian menurunkan azab yang serta merta/sekonyong-konyong (lihat QS Al-'An`ām:44 - Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.)

Percayalah atas pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya yang berpihak kepada hamba yang soleh.
Bersabarlah.. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.

Wait until you see Allah's Show!

Kata "Demi Allah"

"Demi Allah" merupakan sumpah tertinggi seorang manusia.
Jika sumpah tertingginya saja sudah dianggap main2, apakah masih layak manusia seperti itu dipercaya?

Thanks Robb... You have shown me the truth!

Proporsi orang baik Vs orang jahat

QS Al-'An`ām:116 - Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).

Ayat tersebut telah memperkuat bahwa secara statistik, jumlah orang jahat di muka bumi ini adalah lebih banyak daripada orang baik.
Ayat ini juga menambah kesadaran bagi kaun yang berfikir bahwa hidup ini memang merupakan sebuah ujian, an endless challenges!
Yang bisa dilakukan manusia sebagi hamba-Nya hanyalah berusaha dan senantiasa memohon agar dalam ujian ini selalu diberikan bimbingan/petunjuk oleh-Nya, supaya kita tidak terbawa oleh golongan yang sesat.
Astagfirullah...

Hal itu dikuatkan pula oleh ayat berikutnya bahwa manusia memang cenderung mengajak manusia lainnya untuk berbuat jahat mengikuti hawa nafsu mereka:  (Al-'An`ām:119): Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.

Lebih mengerikan lagi, dalam ayat berikutnya Allah menyampaikan ketetapannya: (Al-'An`ām:123): "Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya".

Astagfirullah....

Rabu, 21 Agustus 2013

Wanita dan Kereta

Siapa bilang wanita itu lemah dan lembut?
Anda tertipu kawan!
Executive secretary sekalipun yang biasa anda lihat cool calm and confident dengan rok mini dan high heels nya, atau akhwat berjilbab lebar yang terlihat syahdu, atau ibu-ibu birokrat yang terlihat gagah dengan baju besinya, atau para mahasiswi dengan kebeliaanya...

Semuanya terlihat perkasa ketika berada di kereta Commuter Line pada pagi dan sore hari. Hilang sudah kelembutannya!

Mereka (bisa) saling mendorong dengan tangan, lengan, bahu, dada, bahkan (maaf) dengan pantat sekalipun.

Sekali lagi, jangan sampai tertipu kawan!

Jumat, 26 April 2013

Still in the jail

still...
I am still here
in the jail of a bad environment

But now I am trying to be "don't care" prisoner.

I don't want to be crazy
I don't to be sick mentally
I prefer to be myself although they though that I am abnormal.

Yeahhh...
I do not need assumption as normal person in abnormal surrounding :P

Selasa, 23 April 2013

the notes from the jail


Good,
Bad,
What is the exact standard from these words? Nobody knows about it. Nobody can make the standard for it. But I think everybody know that good or bad are not an absolute thing or value to define.
The unique think is, in organization, people became aware if something or someone is good when other people in other organization can use this potential to be something better or best. And this thing doesn’t automatically make them aware to maximize their own potential before taken by others, but they kill it. Yes, the kill the potential persons in organization. And it is very common in government organization.
Oh Indonesia, what a pity you are!
How can you can develop fast if the persons who manage you don’t have a good willing to change you and your society.  How can your society’s welfare can be improved, if the persons who manage you is only thinking about their own welfare, work with dirty ways, blaming one another, bad competition, and so on.
Oh Indonesia, please be patient. I do love you!

Kamis, 18 April 2013

Weeee... Udah lama banget ye ternyata gw gak nge blog, udah setahun bo...!
Hmm. terlalu sibuk, so sibuk, atau emang sebenernya manajemen waktu gw yg buruk kali yee...

Need to manage my time better !

Selasa, 17 April 2012

Lingkaran Kebaikan

Sebuah note yang ditulis di handphone saya....

_______________________________________

Beberapa waktu lalu, sahabat satu Instansi saya yang kebetulan ditempatkan di Kantor Pusat, akan berkunjung ke Unit kantor saya, yang berada di daerah. Karena arus lalu lintas yang sangat padat di pagi hari (apalagi hari Senin), maka saya menyarankan dia untuk menggunakan Commuter Line, yang hanya akan memakan waktu 1 jam saja dari tempatnya ke tempat saya. Entah kenapa, saya seperti menomorduakan urusan yang lain ketika melihat dia kebingungan, karena dia tidak pernah naik kereta sendirian, dan saya sangat khawatir jika membiarkan dia pergi sendirian. Dengan setulus hati, saya menunda urusan yang lain dulu, termasuk urusan proposal penelitian yang harus saya kerjakan. Saya melangkahkan kaki menuju stasiun dengan perasaan ringan.

Ketika sedang menunggunya di Stasiun, saya teringat bagaimana salah satu orang terbaik dalam hidup saya, pernah beberapa kali meluangkan waktunya dan menunda urusannya yang sangat banyak, hanya untuk menunggu saya di stasiun dan kemudian membantu (mengantarkan) saya ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi sama sekali, dan kemudian menemani saya (dengan urusan saya) dan mengantarkan kembali ke stasiun untuk pulang. Thank you dear, Allah always be with you...

Memang sekilas mudah, kalau mau, naik taksi saja atau naik angkutan umum lainnya. Tapi naik angkutan umum sendiri, mencari-cari tempat yang tidak dikenal, bukanlah hal yang menyenangkan, tapi cenderung memberikan ketidaktenangan dan mengancam keselamatan juga (hari gini, kasus kriminal gampang sekali terjadi pada wanita).

Bantuan seperti itu tidak saya peroleh sekali saja, bahkan boleh dikatakan sering, dengan jenis kebaikan yang berbeda-beda. Ya, itu adalah kebaikan Allah yang dikirim melalui manusia-manusia pilihan-Nya.

Kasus lain mengenai kebaikan-kebaikan yang saya peroleh misalnya adalah ketika saya kekurangan referensi untuk penelitian saya, seorang peneliti dari Malaysia yang sama sekali tidak saya kenal, membantu saya dengan menyuplai Jurnal-jurnal sesuai dengan teori yang saya butuhkan. Kemudian orang yang satu almamater dengan saya di SMA yang tidak pernah saya kenal sama sekali, pernah mengirimkan buku American Sign Language yang saya butuhkan, langsung dari Amerika sana. Kebaikan lainnya adalah melalui Kakak angkatan satu almamater di perguruan tinggi saya, yang sama sekali belum kenal, mencarikan buku yang saya perlukan yang hanya diterbitkan oleh salah satu universitas di Malaysia sana. Dan masih banyak lagi kebaikan lain yang tiada terkira yang dikirim Allah di saat saya membutuhkan.

Saya jadi terharu, betapa Tuhan menciptakan kebaikan ini dalam suatu "circle". Mungkin saya tidak bisa membalas orang yang sudah membantu saya secara langsung, tapi saya bisa melakukan kebaikan kepada orang lain, sebagaimana saya diperlakukan baik oleh mereka yang berhati mulia yang telah memperlakukan saya dengan baik.

Semoga Tuhan memberikan kesempatan kepada saya untuk berbuat kebaikan lebih banyak..

Terlepas dari teori siapapun di muka bumi ini, Tuhan telah menetapkan bahwa "kebaikan yang satu akan diikuti oleh kebaikan yang lainnya"

(Pinggir stasiun, Senin, 12 Des 2011 , 09:17 am)

Senin, 02 April 2012

Balita yang tercebur ke dalam sumur dan Aku

Video yang saya lihat di Yahoo hari ini membawa saya kepada masa kecil saya. Secara tidak sengaja, siang tadi setelah makan siang, saya melihat video penyelamatan balita dari sebuah sumur di China. Video tersebut mengingatkan saya pada peristiwa sekitar tahun 1988, dimana saat itu saya baru berumur 6 tahun dan duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar.

Saya ingat sekali, hari itu adalah hari Jumat, sekitar jam 11.30-an WIB. Sepulang sekolah, saya ikut bergabung bermain dengan saudara-saudara saya yang rata-rata umurnya jauh lebih tua dari saya, mereka ada yang kelas 2 SD, kelas 6 SD, dan ada juga 1 orang lagi kelas 1 SD seumur dengan saya. Saat itu kami bermain di dekat sumur timba, untuk mencuci kacang tanah yang akan direbus bersama teman-teman, di halaman belakang rumah, sebagai kegiatan fun cooking.

Sumur timba itu berada di tempat terbuka, samping mushola belakang rumah. Sumur tersebut hanya ditembok sekitar setengah meter saja, dan dibiarkan dalam keadaan terbuka. Sementara teman-teman sibuk mencuci kacang tanah, saya -karena dianggap anak kecil- hanya diperbolehkan menonton saja. Dikarenakan teman-teman saya adalah anak-anak yang lebih besar dari saya, kerumunan mereka menghalangi pandangan saya untuk  melihat kacang tanah yang sedang dicuci. Sengaja saya naik ke bibir sumur tersebut, dengan maksud ingin melihat kacang yang sedang dicuci. Saya tidak menganggap ini berbahaya, karena saya sering melakukan panjat memanjat ketika kecil, baik memanjat pohon, naik ke atap rumah, dan lain sebagainya. Sehingga sekali lagi saat itu saya berpikir bahwa naik ke bibir sumur yang hanya setinggi setengah meter bukan merupakan tindakan berbahaya.

Sambil memegang jajanan, saya naik ke bibir sumur. Dengan santainya saya bersandar kepada tiang bambu yang ada di samping sumur. tangan kanan saya sibuk memasukkan jajanan yang dipegang oleh tangan kiri saya, dan memasukkannya ke mulut. Sementara mata saya asyik melihat kacang tanah yang sedang dicuci oleh teman-teman saya.

Sepertinya sandal jepit yang dipakai oleh saya licin, karena tiba-tiba saya terpeleset dan jatuh ke sumur timba yang berkedalaman sekitar 12 meter tersebut. Saat itu musim hujan, sehingga sumur tersebut banyak menyimpan air. Saya yang jatuh ke sumur saat itu adalah seorang anak yang termasuk gemuk dibanding anak seusia saya, dan saya tidak bisa berenang.

Saya ingat persis, bahwa saya seperti mimpi. Saya tidak merasakan sakit ketika jatuh dengan ketinggian 9 meter (air sumur yang terisi sekitar 3 meter), saya juga tidak merasakan saya kemasukan air (sebagaimana saya merasakan kemasukan air ketika tenggelam di kolam renang). Yang saya ingat adalah, tiba-tiba saya sudah berada di permukaan air di sumur tersebut. Dan ketika kepala saya mendongak ke atas, saya melihat teman-teman saya berteriak memanggil-manggil nama saya, sebagian dari mereka ada yang berteriak sambil menangis.

Di permukaan air sumur tersebut, saya melebarkan kedua kaki saya ke dinding sumur. Saat itu, dinding sumur yang berupa tanah liat basah, tidak terasa licin bagi kaki saya. Sementara tangan saya memegang tali karet ember timba, seperti yang dininstruksikan oleh teman-teman saya dari atas. Mungkin mereka bermaksud menarik saya dengan ember timba tersebut.

Sementara di atas sumur sana, Paman saya -yang masih serumah dengan kami- baru saja pulang mengajar, ia baru saja akan menyantap makan siangnya, sebelum kemudian melakukan ibadah sholat Jumat. Sementara ibu saya, sedang sibuk di warungnya melayani pelanggan. Mendengar teriakan teman-teman saya, ibu dan paman saya kaget sekali, mereka langsung berlari menghampiri sumur. Dengan masih menggunakan seragam gadingnya, paman saya berinisiatif untuk turun ke sumur menjemput saya.

Saat itu saya mulai menangis, bukan karena sakit atau takut. Tapi karena saya melihat orang-orang di luar sumur sana menangis dan memanggil-manggil nama saya. Ahh... mereka sayang banget sama saya ya!
Dengan hati-hati, paman saya menggendong dan membawa saya ke luar sumur. Ketika kami tiba di luar sumur, ibu saya langsung menggendong dan memeluk saya dengan banjir air mata. Sementara saya melihat para tetangga sudah banyak berkumpul di tepi sumur, mereka pun ikut mengusap-ngusap saya dan ibu saya. Karena melihat banyak orang menangis, saya pun jadi ikut-ikutan menangis (lagi).

Tuhan, jika ingat peristiwa itu, maka alangkah durhakanya jika aku tidak bersyukur. Mungkin jika Engkau menginginkan, saat itu dengan mudahnya Engkau mengambil nyawa anak kecil gendut yang tidak bisa berenang yang jatuh ke dalam sumur. Namun, dengan begitu baiknya, Engkau melindungi aku saat itu, sehingga sedikitpun aku tidak merasakan sakit  dan tidak ada sedikitpun luka di tubuhku saat itu.Engkau menginginkan aku tetap hidup, agar aku menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain di kemudian hari.

Terimakasih Tuhan, Engkau telah menjagaku, melalui tangan-tanganMU -Ibu, Paman, dan orang-orang yang mencintaiku dan menjagaku-. Ijinkan aku membalas kebaikan mereka, dengan melakukan kebaikan kepada mereka dan orang lain.

I love You, ALLAH...


Sabtu, 31 Maret 2012

Nasi Kotak dan Pemulung

Malam tadi, saya baru menyelesaikan training needs assessment di kampus di Dramaga, teman saya mahasiswa S3 di kampus itu -kampus kami, kebetulan adalah salah satu penanggung jawab di Direktorat Kemahasiswaan di kampus tersebut. Jadi, saya dan beberapa teman-teman yang pernah bertemu di mata kuliah Manajemen Pelatihan, diajak untuk membantu kegiatan latihan dasar kepemimpinan bagi mahasiswa-mahasiswa S1 yang menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan di kampus.

Sorenya saya datang agak terlambat, namun beruntung saya masih bisa terlibat dalam sisa waktu acara tersebut. Mahasiswa calon peserta pelatihan ternyata tidak hadir semua. Mungkin sebagian sedang ikut demo menolak kenaikan BBM di Jakarta.

Di acara itu, semua yang hadir mendapat jatah snack box, dan khusus untuk fasilitator, kami mendapat tambahan nasi kotak. Ketika acara ditutup, sisa snack box masih banyak, sehingga kami mendapat masing-masing jatah 3. Dikarenakan sudah malam, kami memutuskan untuk segera pulang -dengan membawa nasi kotak dan 4 snack box.

Sambil mengendarai sepeda motor, saya berpikir bahwa saya tidak harus masak untuk makan malam, karena makanan yang saya bawa dari kampus itu sudah cukup. Hmmm... sounds good! Tapi, pikiran saya berubah ketika di sepanjang jalanan macet di Kota Bogor ini saya melihat anak-anak jalanan di lampu merah, pemulung yang masih mengais sampah walau sudah malam, abang-abang pedagang asongan yang jualan di lampu merah, pak ogah di persimpangan, dan calo-calo angkot yang masih sibuk. 


Ahh... saya jadi merenung sambil menurunkan kecepatan motor saya. Betapa beruntungnya saya, karena saya tidak harus bekerja seperti mereka untuk mencari sesuap nasi. Allah masih memberikan saya kemudahan untuk mencari nafkah, tanpa harus berdekil ria seperti mereka. 


Teringat akan Nasi kotak yang berisi nasi, ayam bakar lengkap dengan lalapnya dan snack box yang berisi tiga macam kue dan air minum kemasan -yang saya bawa, saya jadi berpikir untuk tidak jadi membawanya ke rumah. Keluarga saya dan saya masih bisa makan ayam dan kue-kue itu kapan-kapan. Terbayang wajah-wajah lusuh anak dan istri para pemulung yang sering saya lihat di TV, atau keluarga pedagang asongan yang menanti mereka di kontrakan petak. Ah, pasti mereka lebih bahagia jika bisa makan malam dengan ayam bakar dan menyantap camilan ini.


Saya pun mulai melepaskan pandangan ke kiri kanan jalan. Dan saya sudah hampir tiba di lampu merah dimana saya sering melihat pedagang asongan duduk kelelahan bersandar di tiang listrik. Ah, pasti mereka akan senang sekali jika saya memberikan makanan ini. Sayang sekali, saya tidak bisa mengambil arah kanan untuk mendekati tempat mangkal pedagang asongan itu. Jalanan terlalu ramai malam itu, maklum malam itu adalah weekend


Akhirnya saya melanjutkan perjalanan saya, dan berharap bertemu dengan mereka yang lebih berhak atas makanan ini. Dan di sebelah kiri jalan, saya sepintas melihat seorang bapak sedang mengais tempat sampah, menyortir sampah plastik yang bisa ia jual. Saya berhenti agak jauh, dan kemudian memutar balik motor saya. Saya yakin, dialah orang yang berhak itu. 


Beberapa langkah dari bapak itu, saya matikan mesin motor. Kemudian berjalan kaki menghampirinya. Kemudian saya menyapanya,


"Bapak, punten.. ini ada makanan. Mudah-mudahan bisa untuk makan malam bapak."


Ah Tuhan, betapa bahagianya wajah bapak tersebut, dan dengan wajah bahagianya itu, ia segera memasukkan kantong kresek yang berisi makanan tersebut ke dalam gerobak sampahnya.


Saya pun pamit dan segera melanjutkan perjalanan. Air mata ini menggenang. Angin malam, bintang yang redup, asap kendaraan, debu di jalanan, menjadi saksi kebahagiaan bapak tersebut, dan tentunya kebahagiaan saya juga.


Terimakasih Tuhan, atas nikmat berbagi yang engkau berikan. 
Walaupun aku belum bisa berbagi banyak seperti mereka-mereka di sana.
Cukupkanlah mereka sebagaimana Engkau senantiasa mencukupkan kami.



Kamis, 29 Maret 2012

Demo dan mobil plat merah

Malam ini, berita-berita di TV, radio dan internet mengabarkan kondisi yang memanas di Salemba, akibat demo para mahasiswa yang menentang kenaikan BBM.
Saya langsung teringat dengan teman-teman saya yang berkantor dan tinggal di Salemba. Rasa khawatir ini begitu dalam, sungguh saya takut mereka menjadi sasaran amuk mahasiswa pendemo itu. Belum lagi mereka sering memakai kendaraan plat merah.

Aahhh... aku tak bisa membayangkan seandainya mobil plat merah yang ditumpangi temenku dijadikan sasaran amuk massa seperti halnya mobil resmob yang terbakar di sekitar Salemba beberapa jam lalu.
Yaa.... kendaraan plat merah memang sering dijadikan sasaran amuk massa ketika demo rusuh. padahal kendaraan-kendaraan tersebut dibeli dengan uang rakyat, yang artinya mereka membakar milik rakyat.

Semoga Engkau menyelamatkan mereka, Tuhan.

Kerusuhan malam ini mengingatkan saya, bagaimana dulu saya bersama rekan-rekan kantor saya yang berada dalam mobil plat merah, berusaha menyelamatkan diri dari amukan massa.
Saat itu, saya dan rekan-rekan kantor mengunjungi Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) untuk urusan kerjasama pelatihan bagi para instruktur. Dikarenakan ini adalah dinas kantor, maka siang itu, kami diantar oleh sopir kantor dengan menggunakan mobil plat merah.

Ketika kami tiba di kantor tersebut, massa pendemo yang berasal dari kalangan buruh sudah memenuhi halaman depan Kemenakertrans. Sebagian pendemo terlihat sholat dan makan siang di sekitar kantor tersebut. Saat itu memang jam menunjukkan saatnya istirahat makan siang. Urusan kami hanya sebentar, tidak sampai satu jam. Setelah urusan selesai, secepatnya kami menelpon sopir, yang memang tidak kebagian parkir dan memutuskan berputar di luar kantor sambil menunggu urusan kami selesai. Sopir kami mengatakan bahwa dia mulai kesulitan masuk ke arah Kemenakertrans, karena pendemo kian bertambah. sempat ia mengusulkan agar kami jalan kaki keluar area Kemenakertrans. Namun salah satu dari kami tetap ingin dijemput di kantor tersebut.

Setelah bersusah payah, sopir kami akhirnya bisa masuk ke dalam, itu pun dengan bantuan ketat Polisi yang berjaga di demo tersebut.
Ketika kami keluar area tersebut, kami agak ketakutan, ada segerombolan pendemo dengan bendera di bambu di tangannya, menunjuk ke arah kami, dan kemudian mengejar kami.
Kami hanya bisa berdoa dengan cemas, semoga mereka tidak bermaksud jahat dan semoga jalan tikus yang kami lalui tidak macet. Sopir kami pun terlihat khawatir. Karena kami sama-sama sadar, mobil yang kami naiki ini adalah mobil plat merah yang sering jadi sasaran amukan massa disaat demo.

Alhamdulillah, berkat pertolongan-Nya, kami dengan mobil plat merah milik rakyat tersebut, berhasil selamat dan menjauh dari kerumunan massa yang mulai memanas...

I am back!

Lima hari sejak terakhir tidak tidur sama sekali ngerjain tugas yang bikin mabok itu, aku isi benar-benar dengan manjain diri atau mencari jati diri, aku gak tau dua istilah itu ada hubungannya atau tidak. Yang jelas, dalam lima hari ini aku melakukan hal untuk kedua istilah tersebut.
Aku memanjakan diriku dengan tidur cukup tanpa begdang sampai pagi, dengan jalan-jalan ke toko buku hanya untuk membaca cerita di belakang cover novel yang sudah lama tak kulakukan, yah hanya membaca dan melihat novel-novel Indonesia baru (menurutku) karena aku emang sudah lama sekali tidak menengoknya.
Misalnya aku menemukan buku Toto Chan’s Children dan tergirang-girang saking seneng ada buku Toto Chan yang loain, dan ketika kukonfirmasi ke temenku, ternyata itu udah buku udah lama banget. Artinya, udah sangat jauh tertinggal diriku ini akan update novel-novel.
Aku menertaawakan diriku sendiri, sebegitu seriusnyakah aku sehingga aku terasing dari duniaku sendiri. Padahal dikatakan hasil dari keseriusanku itu biasa saja atau paling jeleklah untuk lingkungan seriusku itu. Ya, aku sadar, aku telah menjadi orang lain. Aku udah pindah dunia dan aku tidak menjadi yang terbaik di dunia baruku itu. Padahal aku tidak harus pindah dunia, aku masih bisa menjalani kedua dunia itu secara bersamaan, sebagaimana caraku dulu menjalani duni yang katanya serius dengan santai dan menjadi yang terbaik.
Ternyata aku gak bisa dipaksakan hidup di dunia serius ini dengan meninggalkan secara total duniaku. Aku ternyata sangat merindukan duniaku. Dan di hari terakhir ini-aku anggap hari terakhir untuk manjain diri dan mencari jati diri ini- aku menemukan kembali diriku ini. dan setelah memanjakan diri dengan menonton Kambing Jantan di You tube, aku sadar. Aku gak bisa menjadi orang lain. Aku akan kembali menjadi diriku sendiri, menulis apa aja di blog seperti yang biasa aku lakukan beberapa tahun lalu. Nulis apa aja tanpa khawatir ada yang akan membaca dari orang2 di sekitarku dan orang akan memmpunyai persepsi lain tentang aku. Aku akan menulsi sebebas-bebasnya, tanpa terbebani oleh siapa tau nanti orang2 di sekitarku emmbacanya.
Yah, aku akan kembali menjadi diriku sendiri. Dengan menulis apa aja di blog sebagai ajang curhat atau ngomel atau berbagi ilmu, aku dulu merasa ringan dan tenang, kenapa sekarang aku terbebani dengan status pekerjaanku dan status akademisku.
Dan satu lagi, dulu aku tidak pernah peduli dengan perlakuan buruk orang lain disekitarku terhadapku, aku cuek dan senyum saja dan everything is fine. Jadi, kenapa sekarang aku gampang sewot atau ngerasa dirugikan ketika ada yang tidak adil terhadapku. Forget it, and ask the God to finish it... smile..
I must be back! To enjoy everything in my life.
I am back!

Jika tiba waktunya nanti

Jiwa dan raga ini milikmu, Tuhan
Hanya kepada-Mu lah sepantasnya aku berserah. Hanya Engkau yang berhak menetukan kapan jiwa dan raga ini berpisah. Bukan dia, atau mereka yang merasa pantas mencabut nyawa seseorang.
Tuhan, jika sampai waktunya aku kembali kepada-Mu, aku mohon ampunilah segala dosaku, yang lalai terhadap-Mu dan juga terhadap apa yang menjadi kewajibanku terhadap manusia2 yang berada di sekelilingku. Aku mohon, berikan aku kesempatan untuk meminta maaf kepada orang-orang yang merasa pernah teraniaya olehku. Dan berikan aku kesempatan untuk memperbaiki sikapku terhadap-Mu.
Tuhan, aku tau aku tak pantas masuk ke surga-MU, tapi aku pun tak kuat untuk masuk ke neraka-Mu. Aku mohon kemurahana-MU, Tuhan... hapuskanlah aku dari segala dosa yang menjadi pengahalang aku dari surga-Mu.
Tuhan, belum banyak amal yang kuperbuat, belum kudidik dengan baik amanah-Mu, belum kuamalkan semua ilmuku. Tolong Tuhan, beri aku kesempatan untuk melakukannya dengan lebih baik.
Tuhan, jika tiba waktunya nanti, jangan sampai aku menyusahkan orang-orang di sekelilingku. cukup antara kita saja.
Tuhan, kembalikan aku dalam keadaan yang baik.
Amin....