Pasir yang selalu berbisik,
kadang juga megusik,
Bersedir menabur warna,
Butir-butir kecil mengisi fana.
Merona di tengah cahaya,
Merinai di tepi samudera,
Lembut ketika disapa,
Lugas ketika ditempa.
Sepercik air bisa mencairkan suasana,
Setitik salju bisa mendinginkan durjana,
Segenggam pasir mungkin tiada guna,
Seluas samudera biru,
mungkin baru terasa pasir ada di sana.
Hitam sungguh buruk rupa,
Putih menawan dunia,
Hitam putih sama saja,
Dia memberi senyum penawar luka.
Bagaimana kita memaknai keindahan yang ada,
Nelayan berbisik pada pasir yang sudah medapatkan semangat jiwa...
Minggu, 14 September 2008
Jumat, 22 Agustus 2008
Marian's farewell
Ya hari ini adalah hari terakhir kebersamaan aku dengan Marian,tema, sahabat dan keluarga baruku.
Marian Van Schip nama lengkapnya, wanita berkebangsaan Belanda yang selama 6 bulan ini aku bekerja sebagai interpreter and translater untuknya. Dia merupakan salah satu Volunteer VSO(Volunteer Services Overseas) yang jago di bidang Networking and Linkaging ditempatkan di kantorku, yah untuk membantu lembaga ini tentunya.
Bekerja dengannya merupakan hal yang menyenangkan dan sekaligus menantang!
sebagai partner kerja, banyak sekali hal yang aku pelajari darinya.
Thank u Marian..
Dan sebagai teman, dia orang yang asyik buat sharing atau sekedar curhat.
tanpa peduli betapa jauhnya jarak ke kampungku,
menempuh jalan yg berliku...
tapi dia sangat berterima kasih telah memperkenalkan dia pada keluargaku,
dan memperbolehka dia meginap di sana..
Ah MArian, kau membuatku kangen akan teman sepertimu!
Marian adalah tipe orang Barat yang KETIMURAN.
Dia lebih perasa dan peduli daripada orang timur itu sendiri,
lebih sopan...
dan kadang ada sifat 'gak enakan', tidak seperti aku yg super cuek...
yah semakin banyak hal yg aku pelajari darinya!
tentang kesetiaan, loyalitas, persahabatan, menghargai n meghormati, etc.
di malam terakhirnya di kantor kami, dia memintaku mendampinginya sebagai interpreter ketika memberikan kesan dan pesan di depan para pejabat di kantorku.
tak ku sangka,
di depan forum,
dia menangis untukku...
yang ternyata dah dianggapnya sebagai sahabat, keluarga...
aku pun tak bisa menahan air mata ini...
dan esok harinya, aku menyempatkan diri untuk megantarnya mpe Bandara. dia benar2 terharu...

dan ketika dia dah mpe Belanda, dia mengirimku sms, mengabarkan bahwa dia sudah yampe n kangen akan Indonesia n especially about me :)
Good bye Marian,
wherever you are, u still my best friend!
Selasa, 19 Agustus 2008
Begadang dang dang!
Hmmm....
akhirnya begadang juga!
Ngerjain presentasi buat besok pagi jam 7.30 a.m.
padahal jam dah nunjukin 1.30 a.m
biasanya jam-jam segini dah tidur nyenyak nih!
trus tumben ide2 gak pada keluar, padahal dah di stimulate dengan browsing dulu, ngopi, makan roti yg tadi dibeli di Standard, eh tuh ide gak muncul2!
mungkin mang musti distimulate dengan tulas tulis kali ya, nulis apa aja... sapa tau pas nulis gini tuh ide mampir.
Ceritanya besok tuh mau presentasi tentang kurikulum CBT alias Competency Based Training, yang biasanya dipake di lembaga2 pelatihan kayak kursus atau pelatihan2 vokasional lainnya.
nah... kantorku kan salah satu lembaga yang ngadain pelatihan vokasional buat penyandang cacat yang nantinya akan disalurkan kerja di open employment. biar nanti semua lulusan kita bisa terserap pasar 100%, kita nerapin yang namanya CBT.
Tapi kalo yang aku lihat dari kacamata pribadi, CBT yang diterapkan di kantorku tuh jauh banget dengan CBT yang aku tau...
Misalnya,
Instruktur itu seharusnya sebagai fasilitator, bukan Information Provider,
trus,
dalam pembelajaran dan evaluasi, dilakukan secara individual, bukan borongan (si A sampai Z dikasih materi dan pengembangan sama, juga evaluasi bareng2!)
trus,
dalam menentukan kompetensi harus bener2 dianalisa dulu sesuai dengan update teknologi and market needs, bukannya asal ngerevisi aja dari kurikulum tahun sebelumnya.
and so on....
O iya kata yang ngasih ini tugas, bahan presentasiku selain buat latihan English yg akan aku presentasikan di depan Our director, juga buat bahan terobosan lembaga....
mudah2an beneran deh buat masukan ke lembaga, jadinya kan banyak manfaatnya :)
wah kayaknya dah mulai on nih... saatnya nulis!
akhirnya begadang juga!
Ngerjain presentasi buat besok pagi jam 7.30 a.m.
padahal jam dah nunjukin 1.30 a.m
biasanya jam-jam segini dah tidur nyenyak nih!
trus tumben ide2 gak pada keluar, padahal dah di stimulate dengan browsing dulu, ngopi, makan roti yg tadi dibeli di Standard, eh tuh ide gak muncul2!
mungkin mang musti distimulate dengan tulas tulis kali ya, nulis apa aja... sapa tau pas nulis gini tuh ide mampir.
Ceritanya besok tuh mau presentasi tentang kurikulum CBT alias Competency Based Training, yang biasanya dipake di lembaga2 pelatihan kayak kursus atau pelatihan2 vokasional lainnya.
nah... kantorku kan salah satu lembaga yang ngadain pelatihan vokasional buat penyandang cacat yang nantinya akan disalurkan kerja di open employment. biar nanti semua lulusan kita bisa terserap pasar 100%, kita nerapin yang namanya CBT.
Tapi kalo yang aku lihat dari kacamata pribadi, CBT yang diterapkan di kantorku tuh jauh banget dengan CBT yang aku tau...
Misalnya,
Instruktur itu seharusnya sebagai fasilitator, bukan Information Provider,
trus,
dalam pembelajaran dan evaluasi, dilakukan secara individual, bukan borongan (si A sampai Z dikasih materi dan pengembangan sama, juga evaluasi bareng2!)
trus,
dalam menentukan kompetensi harus bener2 dianalisa dulu sesuai dengan update teknologi and market needs, bukannya asal ngerevisi aja dari kurikulum tahun sebelumnya.
and so on....
O iya kata yang ngasih ini tugas, bahan presentasiku selain buat latihan English yg akan aku presentasikan di depan Our director, juga buat bahan terobosan lembaga....
mudah2an beneran deh buat masukan ke lembaga, jadinya kan banyak manfaatnya :)
wah kayaknya dah mulai on nih... saatnya nulis!
Selasa, 12 Agustus 2008
yang ter-IKHLAS
kau yg selalu ada di saat aku susah,
jatuh,
terhempit sejuta masalah,
terseret beban yang sangat sarat,
kau lakukan yang terbaik agar aku bangun,
bangkit,
dan benar2 bisa berdiri,
tanpa pamrih...
tapi,
dikala awan itu sirna,
kau pun menghilang,
lenyap,
kucoba menyusuri jejakmu
tapi kau benar2 tak nampak
langkah kakimu sekalipun, telah kau hapus
bahkan sepertinya aroma tubuhmu pun telah kau netralisir
entah penetral apaan yg sudah kau pakai,
sehingga jejakmu benar2 hilang!
kau sirna,
lenyap,
mungkin kau memang lebih suka menanam kebaikan,
tanpa menuainya,
mungki karena kau hanya ingin menuai yg abadi,
kelak....
kau memang orang terikhlas yg pernah ada
dan kemudian menghilang....
jatuh,
terhempit sejuta masalah,
terseret beban yang sangat sarat,
kau lakukan yang terbaik agar aku bangun,
bangkit,
dan benar2 bisa berdiri,
tanpa pamrih...
tapi,
dikala awan itu sirna,
kau pun menghilang,
lenyap,
kucoba menyusuri jejakmu
tapi kau benar2 tak nampak
langkah kakimu sekalipun, telah kau hapus
bahkan sepertinya aroma tubuhmu pun telah kau netralisir
entah penetral apaan yg sudah kau pakai,
sehingga jejakmu benar2 hilang!
kau sirna,
lenyap,
mungkin kau memang lebih suka menanam kebaikan,
tanpa menuainya,
mungki karena kau hanya ingin menuai yg abadi,
kelak....
kau memang orang terikhlas yg pernah ada
dan kemudian menghilang....
Kamis, 10 Juli 2008
Jiwa yang tersenyum
jangan percaya penglihatan,
penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya pemikiran,
pemikiran dapat menyesatkan.
Jangan percaya perasaan,
perasaan dapat menjatuhkan.
jangan percaya emosi,
emosi dapat mematikan.
jangan percaya kekayaan,
kekayaan dapat sirna.
Jangan percaya setan,
setan dapat menjerumuskan.
Percayalah pada Dia Yang Maha Mencintai,
Yang selalu membuat jiwa kita tersenyum
Sebab hanya jiwa yang bisa tersenyum
yang bisa mengubah gelap menjadi terang
dan menjadikan ahti kita selalu tersenyum...
penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya pemikiran,
pemikiran dapat menyesatkan.
Jangan percaya perasaan,
perasaan dapat menjatuhkan.
jangan percaya emosi,
emosi dapat mematikan.
jangan percaya kekayaan,
kekayaan dapat sirna.
Jangan percaya setan,
setan dapat menjerumuskan.
Percayalah pada Dia Yang Maha Mencintai,
Yang selalu membuat jiwa kita tersenyum
Sebab hanya jiwa yang bisa tersenyum
yang bisa mengubah gelap menjadi terang
dan menjadikan ahti kita selalu tersenyum...
Rabu, 09 Juli 2008
^_^
Entah apa yang terukir di atas tulang,
hingga membuat aku melayang dari pijakanku sekarang,
sampai tampak hitam arang.
Mungkin saja karena sudah lama tak kulewati jalan setapak ini,
jalan yang selalu nyaman untuk dinikmati,
walau hanya ditemani daun2 jatuh karena layu.
Bau tanah setapak makin merayu,
makin maju ku berpindah,
makin tertuju ku pada kenangan indah.
Strawberry....
Diary...
Dari jauh sudah bisa kudengar nyanyian rumah yang merdu,
walau dulu ku tidak percaya rumah2 juga bisa bernyanyi merdu,
gembira...
bahagia...
Jalan setapak ini masih bisa menyimpan memori,
daun itu masih bisa menyuarakan isi hati,
Gurata merah seperti semangka di ujung sana,
menuntun kaki untuk melewati rumah indah begitu saja.
Mata ingin menatap tapi tak kuasa.
Tentu saja dengan wajah sukacita...
hingga membuat aku melayang dari pijakanku sekarang,
sampai tampak hitam arang.
Mungkin saja karena sudah lama tak kulewati jalan setapak ini,
jalan yang selalu nyaman untuk dinikmati,
walau hanya ditemani daun2 jatuh karena layu.
Bau tanah setapak makin merayu,
makin maju ku berpindah,
makin tertuju ku pada kenangan indah.
Strawberry....
Diary...
Dari jauh sudah bisa kudengar nyanyian rumah yang merdu,
walau dulu ku tidak percaya rumah2 juga bisa bernyanyi merdu,
gembira...
bahagia...
Jalan setapak ini masih bisa menyimpan memori,
daun itu masih bisa menyuarakan isi hati,
Gurata merah seperti semangka di ujung sana,
menuntun kaki untuk melewati rumah indah begitu saja.
Mata ingin menatap tapi tak kuasa.
Tentu saja dengan wajah sukacita...
Senin, 09 Juni 2008
efek prokrastinasi
Wuih... idung mampet, pala pusing...
efek mudik kemaren nih!
dah gitu si Bule sms mulu nanyain SWOT analyse nya dah selesai diterjemahin apa belom...
secara dia juga lagi sakit, jadi pengen cepet2 selesai kerjaannya..
dah gitu komputer yang di ruangan Kepeg dah penuh ma virus,
so aku mesti nyari komputer sehat di labkom bu Tari n Hesti ato ke Ruang Pak Edi Elektro.
Untung mereka tuh typical orang yg pada baik n terbuka nerima kedatanganku yg sering numpang pake komputer...
(Yah gitu deh, baru kerasa bedanya gawe di pemerintah ma di swasta. di sini musti banyak sabar, bukan cuma sabar ngadepin para birokrat tapi juga sabar ngadepin fasilitas yang gak up date.
PR besar to make a change..)
Tapi alhamdulillah tuh terjemahan selesai juga walau baru sebatas "selesai" belum sempurna.
dan aku tetep butuh si akang my new teacher to make it perfect. untung si akangnya juga sabar.. :)
bener juga sih kata si akang, kebiasaan buruk aku nunda2 kerjaan alias "prokrastinasi" mang kayak begini, kerja kayak dikejar2 hantu...!
padahal dari kemaren juga banyak waktu kosong,
cuma nunda2 ditagih yang ngasih kerjaan aja.
duh... mudah2an kebiasaan ini cepet ngilang deh...
efek mudik kemaren nih!
dah gitu si Bule sms mulu nanyain SWOT analyse nya dah selesai diterjemahin apa belom...
secara dia juga lagi sakit, jadi pengen cepet2 selesai kerjaannya..
dah gitu komputer yang di ruangan Kepeg dah penuh ma virus,
so aku mesti nyari komputer sehat di labkom bu Tari n Hesti ato ke Ruang Pak Edi Elektro.
Untung mereka tuh typical orang yg pada baik n terbuka nerima kedatanganku yg sering numpang pake komputer...
(Yah gitu deh, baru kerasa bedanya gawe di pemerintah ma di swasta. di sini musti banyak sabar, bukan cuma sabar ngadepin para birokrat tapi juga sabar ngadepin fasilitas yang gak up date.
PR besar to make a change..)
Tapi alhamdulillah tuh terjemahan selesai juga walau baru sebatas "selesai" belum sempurna.
dan aku tetep butuh si akang my new teacher to make it perfect. untung si akangnya juga sabar.. :)
bener juga sih kata si akang, kebiasaan buruk aku nunda2 kerjaan alias "prokrastinasi" mang kayak begini, kerja kayak dikejar2 hantu...!
padahal dari kemaren juga banyak waktu kosong,
cuma nunda2 ditagih yang ngasih kerjaan aja.
duh... mudah2an kebiasaan ini cepet ngilang deh...
Langganan:
Postingan (Atom)