Kamis, 16 April 2009

kembalikan belahan jiwaku, Tuhan....

Tuhan,
Di tengah gelak tawa dan canda,
aku merasa sepi
sendiri...
separuh jiwaku telah hilang...

Tuhan,
kembalikan belahan jiwaku,
aku mohon...

Jumat, 20 Maret 2009

Antara Tuna Rungu Wicara dan Albino

Kalo baca judulnya pasti aneh, emang apa hubungannya antara Tuna Rungu WIcara dan Albino?
Emang ada kaitannya gitu?
Yang pasti jawabannya cuma ada di pengalamanku ini.

Pada hari minggu lalu, aku sengaja memanggil dua siswa Tuna Rungu Wicara (TRW) melalui pembina asramanya agar siswa tersebut datang ke rumah dinas yang aku tempati yang tidak jauh dari kantorku. Yah, aku sengaja memanggilnya ke rumah untuk belajar Bahasa Inggris secara private.
Mereka adalah 2 dari 40 siswa jurusan KOmputer dan Elektronika yang menjadi muridku di kantor, yah tepatnya mereka adalah penerima manfaat dari Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa tempatku bekerja. memang, sudah tiga tahun ini, kantorku mecoba menerapkan sitem multi layan, jadi kami tidak hanya melayani Tuna Daksa, tapi juga Tuna Rungu Wicara. Jadi, dari 100 siswa yang kami latih setiap tahun yang ditempatkan di 5 jurusan keterampilan (Penjahitan, KOmputer, Grafhic Design, Elektronika dan Pekerjaan Logam) diantaranya adalah Tuna Rungu Wicara. tahun ini kami melatih 90 Tuna Daksa dan 10 Tuna Rungu Wicara.

Well, kembali ke dua siswa Tuna Rungu Wicara tadi, mereka adalah anak pintar dan aktif. tapi karena ketika belajar di kelas mereka suka terlihat keteteran dengan target belajar yang notabene mengikuti target TUna Daksa, diberikanlah free private ini.

Ketika aku mengajari mereka secara private,mereka sangat terlihat antusias dan menunjukkan penerimaan dan penguasaan materi yang luar biasa. Ketika sedang belajar, tiba-tiba satu dari siswa tersebut berbicara dengan isyaratnya:
"Bu, aku lihat bule, You Tube. aku tidak tahu bicaranya, gak bisa"
"Oh... kamu lihat bule di Video You Tube" kataku mencoba meyakinkan dengan menggunakan bahasa isyarat.
"BUkan, Y U S U F Bule yang di kelas elektro!" jelasnya dengan menggunakan ejaan jari.
OH...

kemudian aku teringat, Yusuf yang dia maksud adalah siswa Tuna Daksa Elektro yang menjadi muridku juga. Yusuf adalah siswa albino yang aku lupa dari propinsi mana dia berasal. Yah memang, karena albino nya ini,Yusuf sering dipanggil bule sama teman-temannya. Nah sebagai Tuna Rungu Wicara yang notabene miskin bahasa, memang siswaku ini tidak tahu yang namanya albino. yang dia tahu kalo kulitnya bule dan rambutnya pirang, maka itulah bule atau dalam kosa kata mereka disebut sebagai Amerika.
Sangat miris sekali aku melihatnya, siswa aktif seperti dia, yang bahkan walaupun Tuna Rungu Wicara, dia adalah atlet catur nasional lho!! wuih... aku saja tidak mengerti cara main catur, dia sudah jadi juara, tingkat nasional lagi!
Kemudian aku menjelaskan apa itu albino kepada mereka. Aku jelaskan dengan kalimat yang sangat sederhana.

Aku jadi merasa tertantang untuk melatih mereka, para Tuna Rungu Wicara yang ada di kantorku. agar mereka tidak lagi menjadi sosok yang miskin bahasa. aku ingin mengajari mereka bahasa yang baik. terutama Bahasa INdonesia dan Bahasa Inggris, dengan cara mengobrol banyak dengan mereka dan berdiskusi tentang hal-hal yang ada di sekitar kita. agar mereka tidak lagi terpenjara di dunia bebas ini. Agar mereka paham apa yang terjadi di luar sana, agar mereka terus menerus mendapatkan informasi seperti halnya anak mendengar.

Aku jadi ingat, bagaimana seorang Tuna Rungu dari Inggris yang tuli total, bisa bicara dengan baik. dan dia bisa menyimak apa yang bibir kita ucapkan, walaupun bibir kita mengucapkan bahasa INdonesia, bukan Bahasa INggris.
Aku sangat berharap, bahwa pendidikan untuk Tuna Rungu di Indonesia bisa lebih baik, walaupun tidak sama dengan sistem yang diterapkan di Inggris sana. Insya Allah aku akan menulis hasil diskusiku dengan Tuna Rungu dari Inggris yang menakjubkan tersebut, diskusi kami tentunya mengenai metode pengajaran untuk Tuna Rungu. Mudah-mudahan aku bisa menulisnya dalam waktu cepat.

Menuju taman seribu bahagia

Kuntum semakin indah
Sejauh masih terlihat merah
Pagar menyamarkan sorot lampu
Cadar sutera menutup mata sayu
Langit yang dulu biru kini terlihat abu-abu

Ingin ku membisikkan kata sunyi pada hati, tapi sulit memahami.
Ingin ku meniup suara merdu pada nurani,
tapi sukar tuk mengagumi.

Mata masih saja memberikan kesan maya
Membuai manis setiap kata dalam kilat cahaya
Gerak tubuh membuat semua menjadi lebih nyata
Dalam dunia tanpa meriah pesta

Kuntum semakin indah
Saat musim berganti cerah
Petikan nada berbaur suara riuh rendah
Gulali di tangan mungil tanda suasana kian meriah
Dan gadis kecil berpita, pipinya semakin memerah

Masih ada rasa malu untuk memulai berkata
Meskipun ribuan sajak terlukis di dinding bertekstur rata

Dengan terbata-bata mulut itu terbuka
Membunyikan suara yang sukar diterima
Penuhilah dunia ini dengan warna derma
Manjakanlah langkahmu menuju taman seribu bahagia.

Kamis, 19 Februari 2009

.........

Langkah kaki mulai mengambang
Lunglai terbawa angin terbang
Azam yang sudah dipancang tumbang
Akal terurai dan semburat sinar membawanya melayang.

Soji terguncang
Pena di genggaman jatuh menghilang
Sepucuk surat belum selesai dilukis
Saat pemiliknya menitipkan pesan pada burung belibis.

Bubuk penyambung nyawa beradu dengan dingin hawa
Dari samping beranda senja mulai melirik manja
Perjalanan panjang
Ujung pangkal tak tampak di pandang.

Senyum masih dipaksakan mengembang
Walau genggaman semakin meregang
Moment terlewatkan tak mungkin diulang
Air jatuh mengenang....

Kamis, 29 Januari 2009

kenapa sih?

Menyebalkan juga ya ternyata kalo orang yang dekat dengan kita marah tiba2, sampe2 gak mau angkat telpon dan atau balas SMS. Mana masih pagi, lagi!
Pundung kalo kata Sunda mah...
Perasaan aku gak pernah bersikap pundung gitu ama dia??

Eh mungkin aku juga kali ya yang harus intropkesi diri, mungkin tanpa aku sadari dia tersinggung dengan ucapan atau cara bicaraku yang kadang nyerocos and asal keluar aja...
Atau karena aku kadang spontan aja ngeluarin ide dari kepalaku?
Maybe...

Apa ini yang disebut "Aku kurang peka"?
Mungkin aja kali!

Maaf aja kalo aku ada salah, maaf....

Ya udah deh gak usah dipusingin sekarang, nambah penuh kepala aja....! Kerjaan di meja aja dah lumayan numpuk. Mendingan mikirin kerjaan aja dulu...
Kerja...kerja....

Mudah2an Allah membukakan hatinya dan mengembalikannya seperti semula.
Semoga Allah juga menyadarkan aku atas kesalahan-kesalahanku...
Amin...

Selasa, 27 Januari 2009

Ngobrol

Pernah gak sih merasa terganggu karena diajak ngobrol sama orang lain yg notabene satu team dengan kita?
Hal ini yang belakangan terjadi kepadaku dan lumayan mengganggu.
kenapa?
Apa karena aku pendiam?
Gak juga...
Kadang-kadang aku bawel kok, bisa ngobrol mpe berjam-jam di darat atau pun di telpon, tapi itu hanya dengan orang-orang tertentu saja, yaitu dengan orang yg memang aku ngerasa nyaman...
Apa karena obrolan itu mengganggu kerjaanku?
Gak juga...
Kadang aku suka ngobrol dengan temenku sambil ngetik kerjaan yg gak krusial bgt...
Oh berarti emang aku gak suka ngobrol dengan orang itu dengan alasan orang tersebut bukan teman deket aku atau bukan orang yang asyik bagiku. sehingga di depannya aku lebih suka menjadi orang yang pendiam...Only working, working n working...
trus selama ini aku juga berusaha untuk selalu terlihat sibuk di depannya... biar dia gak ngajak ngobrol.

Ugghhh..
akunya yang tidak menyenangkan atau dianya yg gak menyenangkan untuk ngobrol sih..
Kok jadi beban banget ya buat aku ketika harus ngobrol dengannya??

Mungkin aku harus pake cara 'The Secret' kali ya, dengan menganggap dia itu teman ngobrol yang menyenangkan dan aku tidak merasa terbebani ketika dia ngajakin aku ngobrol...
Mudah-mudahan bisa deh...
Amin...

KRL oh KRL

Kenapa ya belakangan ini pelayanan KRL semakin buruk? hari Jumat kemarin pas pulang kerja, KRL Bogor-Jakarta yg aku tumpangi mogok setelah melewati Stasiun Depok Lama. Para penumpang loncat di ketinggian sekitar 1.5 m untuk pindah ke kereta lainnya. Buat yg muda2 sih gak maslah... lah ini kasian yg pada tua2, kakek2 dan nenek2, ibu2 yg bawa bayi, yg bawaaannya banyak...
Alhamdulillah ada beberapa penumpang yg jadi sukarelawan nolongin penumpang loncat n naik kereta berikutnya yang gak kalah tingginya.
Mpe terakhir aku lihat ada petugas yang bawain kursi yang dipake sebagai tangga darurat untuk menurunkan dan menaikan penumpang.

Trus pas hari Minggu kemaren, kereta cuma pake satu jalur dari Cilebut ke Bogor. alhasil, penumpang numpuk di setiap stasiun, kereta tak kunjung datang..
setelah sekitar 2 jam menunggu, aku kehilangan sabar dan menukar kembali karcis yang sudah aku beli dan kemudian naik angkot 3 kali untuk sampai ke rumah... biasanya aku hanya membutuhkan 30 menit untuk sampai rumah dari stasiun, kali ini menyita waktu sekitar 2 jam...

Yah memang KRL menjadi pilihan yang paling bijak untuk transport harianku. secara kalo naik angkot atau bis, bisa makan waktu 2.5 jam dari rumah ke kantor dengan ongkos Rp. 25.000,- sehari.
nah dengan KRL ini hanya memakan waktu 1.5 jam dari rumah ke kantor dan ongkos sekitar Rp. 15.000,- per hari. Lumayan kan selisih waktu dan ongkosnya.. ;)

Mudah2an pelayanan KRL menjadi lebih baik deh... karena memang dibutuhkan banyak orang, seperti aku salah satunya :0