Sabtu, 06 Desember 2008

miss u all friends!

santi....
mother of participants,
our Bahasa Kurruu (=Guru),
our little sister in Indonesia,
our daughter in Indonesia,
our little girl,
.....(dan banyak lagi sebutan mereka untukku).....
miss u,
love u,
wanna meet u soon,
wanna come back to Indonesia soon,
let's come to my country...
...(dan banyak lagi ucapan2 perpisahan mereka)...

aku kangen denger suara2 itu,
suara temen2 peserta TCTP
kini aku hanya bisa membaca SMS atau email mereka saja,
dan kadang2 chating...
karena nelpon memang mahal.
mereka hanya menelpon beberapa kali setelah mereka sampe di negaranya aja,
itu pus bisa ngabisin sekitar 10 USD sekali telpon.

tapi tak apa,
bagiku email dan SMS mereka sangat menghibur hatiku yang kehilangan.


miss u all friend..

Yang tersakiti :(

Tak selamanya manusia dalamkeberuntungan

Tak selamanya manusia sukses

Ada saat dimana kita akan berada di atas

Penuh pujian

Dukungan

Ada saat dimana kita berada di bawah

Terinjak-injak

Penuh caci maki

Hinaan

Dan terasingkan

Ketika berada di atas

Jangan terbang seperti terbawa angin

Tetaplah menginjak bumi

Sehingga ketika kita jatuh,

Dan tak ada bantalan,

Bahkan semua bantalan yang ada balik menginjak

Kita tidak terlalu sakit

Dan ketika berada di bawah,

Dengan kondisi yang paling sakit,

Jangan pula merasa jadi orang yang paling malang.

Kita tidak sendiri,

Ada Allah yang selalu bersama kita

Setia memfasilitasi kita

Setia mendukung kita,

Setia menyayangi dan mengasihi kita,

Dengan anugerah yang luar biasa

Organ tubuh yang lengkap,

Dan pemberian lain yang tak terhingga nilainya,

Lebih baik kita merasa terhina sekarang di depan manusia,

Daripada di depan Allah.

Lebih baik dibenci manusia daripada dibenci Allah,

Amarah manusia terhadap manusia tidakaada apa-apanya, dibanding dengan amarah Allah terhadap ciptaan-Nya.

Manusia tidak sempurna

Dan wajar bila melakukan kesalahan,

Asalkan kita belajar dari pelajaran tersebut!

Nikmati rasa sakit itu,

Tapi jangan terlalu lama.

Terima saja,

Dengar, lihat, masuk sebentar, dan buang lagi!

Buang dengan ikhlas seperti ketika kita buang kotoran.

Kamu merasa jatuh karena selama ini kamu terbang,

Terbawa angin

Ini tidakada apa-apanya,

Cuma sekali.

Walaupun fatal.

Inget,

Kamu pernah mengalami jatuh,

Tapi pada akhirnya,

Yang menjatuhkanmu lah yang membangunkanmu.

Sabar…

Ikhlas…

Ini teguran dari Allah

Agar kita tidak terlalu senang

Agar kita tidak lupa

Bahwa Allah bisa merubah segalanya

Dengan sangat mudah, semudah kita melupakan-Nya

Dengan sangat sakit, sesakit kita menyakiti-Nya

Dengan cepat, secepat kita mengingkari-Nya

Makasih ya Allah,

Terima kasih tegurannya,

Ampuni dosa-dosa hamba-Mu ini,

Jadikanlah rasa sakit ini sebagai penebus dosa-dosa hamba.

Sadarilah ketika kita merasakan sakit,

Mungkin kita pernah menyakiti orang lain

Dan mereka lebih sakit daripada kita sekarang.

Terima saja,

Jadikan ini teguran dari ALLAH,

Yang diberikan melalui manusia.

Catatan hatiku, Oct 23, 2008.

500 miles away from them

500 miles ini adalah lagu kenangan dan lagu perpisahan para peserta TCTP 2008,
kalo denger lagu ini, jadi inget mereka.
waktu itu, setiap peserta yang check out, menyanyikan lagu ini sama2.
mereka menangis...krn gak tau kapan bisa ketemu lagi,
dengan peserta dan panitia yang udah kayak keluarga...
miss u all guys!
___________________________________________

If you miss the train Im on, you will know that I am gone
You can hear the whistle blow a hundred miles,
A hundred miles, a hundred miles, a hundred miles, a hundred miles,
You can hear the whistle blow a hundred miles.

Lord Im one, lord Im two, lord Im three, lord Im four,
Lord Im 500 miles from my home.
500 miles, 500 miles, 500 miles, 500 miles
Lord Im five hundred miles from my home.

Not a shirt on my back, not a penny to my name
Lord I cant go a-home this a-way
This a-away, this a-way, this a-way, this a-way,
Lord I cant go a-home this a-way.

If you miss the train Im on you will know that I am gone
You can hear the whistle blow a hundred miles.


Kamis, 13 November 2008

Polygami in Zulu ethnic, South AFrica

I am interesting with one of TCTP Participant’s story about polighami in his country, South Africa. he told me about one of ethnic’s tradition in South Africa. The ethnic’s name is Zulu, special for this ethnic, it permit to marry 2 women for man. And the first wife who decide and choose the second wife.

Oh no…!

Do you want to know about the process?

The selecting is occurred when there are traditional dance festival. The women who will be chosen as the second wife usually have special red mark on their forehead. When the candidate of second wife busy with the traditional dance, the first wife choose one of them. In about one week after traditional dance, it’s announced that the man A will marry woman X as his second wife…

Ugghh….

Sometimes, it is not a good news for the candidate, some of them are run away from their home because they don’t want to be the second wife.

So, the tears is not only come from the first wife but also from the second wife candidate.

Two women are feel blue altogether. Hiks…hiks…

I can’t imagine how broken those women feeling when they must choose a woman who will be her husband’s second wife or chosen to be the second wife L

I feel lucky because I was born in Indonesia, so that I must not have a blue experience such as woman in Zulu ethnic in South Africa.

And there is also strange experience and become a bad story for me, it is no problem for them if a man want to marry a married woman.

Hah?!?!?!?!?!?!?!

How come????

Yupzz,

It is no problem as long as the husband agree and he gives a special requirement for the new husband, and the requirement is……

The old husband will permit her wife to be married by new husband but, the new husband must gives 50% from his income to old husband, it’s exclude the expenses for the wife and their children (if any).

So, I’ve got the conclusion that the old husband is “willing to sell his wife to be married by the others men”

Ugghhhhhhhhhhhh..............!

I thought that all of women in the world are really have being independence and emancipated, but from these stories, my perception about women independence in the world is change!

Thanks God, I’m really independence here!

Selasa, 11 November 2008

Indah pada waktunya :)

Aku minta setangkai bunga pada Allah,
Ia memberiku kaktus berduri.
Aku minta binatang yang lucu pada Allah,
Ia memberiku ulat bulu.

Aku sempat sedih, protes, dan kecewa…
Betapa tidak adilnya ini!

Namun kemudian kaktus itu berbunga,
Sangat indah.
Dan ulat itu tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu cantik.
Itulah jalan Allah.
INDAH PADA WAKTUNYA.

Allah tidak memberi yang kita harapkan,
Tapi memberi apa yang kita perlukan.
Kadang kita sedih, kecewa dan marah!
Padahal Dia sedang merajut yang terbaik untuk kita.
Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur.

Amin…

Senin, 10 November 2008

kebodohanku

Kebodohanku,
Menggali lubang tempatku jatuh,
menciptakan luka untukku sendiri.
ya kebodohanku yang ini sering terulang.
tapi sepertinya tak pantas untuk mengulang kebodohan ini sekarang,
dimana,
tubuhku sendiri sekarang membutuhkan banyak energi.
jadi tak sepantasnya kuboroskan energiku,
pikiranku,
terbuang untuk hal yg satu ini.
Ini salah besar!
Memasukan nasi ke dalam perut aja sudah bikin sakit,
kenapa mesti masukin penyakit ke hati dan otak???
aduh nyadar donk.....
Hal ini tak pantas kamu pikirkan!
Dia bukan orang yg pantas untuk menjadi penyita energimu,
gak ada apa-apanya....
dan emang itu sudah tidak ada.
cuma angin lalu saja,
hanya matahari kemarin,
dan kamulah matahari sesungguhnya,
matahari hari ini dan esok hari.
jadi,
berhentilah!
untuk buang2 energi kamu!
berhentilah!
untuk mencari penyakitmu sendiri,
berhentilah!
menorehkan luka hatimu sendiri!
tersenyumlah....
mereka menantikan sinarmu,
sinar yang menghangatkan tubuh mereka,
sinar pemberi semangat!
jangan pernah redup,
kamu yang terbaik,
dan yang paling pantas!
selamat tinggal kebodohanku.........

Minggu, 09 November 2008

Tiket kematian

Berbaring,
kemudian menyepi,
Menyudut,
Menyendiri,
Memegangi sepasang kaki yang kumiliki.
Menunduk,
menyembunyi.

Terkurung sepi,
terpasung malam sunyi,

Terlintas mimpi menampakkan kereta berhenti,
Tidak bisa lagi ku menolak untuk mengikuti,
tidak bisa lagi ku meminta kereta berhenti,
tiket kereta ternyata menang berlaku hari ini,

bekalku belum cukup,
aku memberontak,
badanku belum siap,
aku berteriak,
biarekan aku bermain sejenak,
biarkan aku tertawa terbahak,

Petugas tiket membelalak,
Petugas tiket menarik galak,

Tiket apa ini???
Kereta apa ini???
ku tersadar dari mimpi,
ku masih ingat tulisan tiket tadi.

peluh dan syukur mengikuti,
saat terjaga kembali,
karena,
semua pasti akan mengalami!

di tiket itu tertera
"Tiket waktumu berhenti dan m**i"

Semua pasti akan mengalami.