Kamis, 13 November 2008

Polygami in Zulu ethnic, South AFrica

I am interesting with one of TCTP Participant’s story about polighami in his country, South Africa. he told me about one of ethnic’s tradition in South Africa. The ethnic’s name is Zulu, special for this ethnic, it permit to marry 2 women for man. And the first wife who decide and choose the second wife.

Oh no…!

Do you want to know about the process?

The selecting is occurred when there are traditional dance festival. The women who will be chosen as the second wife usually have special red mark on their forehead. When the candidate of second wife busy with the traditional dance, the first wife choose one of them. In about one week after traditional dance, it’s announced that the man A will marry woman X as his second wife…

Ugghh….

Sometimes, it is not a good news for the candidate, some of them are run away from their home because they don’t want to be the second wife.

So, the tears is not only come from the first wife but also from the second wife candidate.

Two women are feel blue altogether. Hiks…hiks…

I can’t imagine how broken those women feeling when they must choose a woman who will be her husband’s second wife or chosen to be the second wife L

I feel lucky because I was born in Indonesia, so that I must not have a blue experience such as woman in Zulu ethnic in South Africa.

And there is also strange experience and become a bad story for me, it is no problem for them if a man want to marry a married woman.

Hah?!?!?!?!?!?!?!

How come????

Yupzz,

It is no problem as long as the husband agree and he gives a special requirement for the new husband, and the requirement is……

The old husband will permit her wife to be married by new husband but, the new husband must gives 50% from his income to old husband, it’s exclude the expenses for the wife and their children (if any).

So, I’ve got the conclusion that the old husband is “willing to sell his wife to be married by the others men”

Ugghhhhhhhhhhhh..............!

I thought that all of women in the world are really have being independence and emancipated, but from these stories, my perception about women independence in the world is change!

Thanks God, I’m really independence here!

Selasa, 11 November 2008

Indah pada waktunya :)

Aku minta setangkai bunga pada Allah,
Ia memberiku kaktus berduri.
Aku minta binatang yang lucu pada Allah,
Ia memberiku ulat bulu.

Aku sempat sedih, protes, dan kecewa…
Betapa tidak adilnya ini!

Namun kemudian kaktus itu berbunga,
Sangat indah.
Dan ulat itu tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu cantik.
Itulah jalan Allah.
INDAH PADA WAKTUNYA.

Allah tidak memberi yang kita harapkan,
Tapi memberi apa yang kita perlukan.
Kadang kita sedih, kecewa dan marah!
Padahal Dia sedang merajut yang terbaik untuk kita.
Semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur.

Amin…

Senin, 10 November 2008

kebodohanku

Kebodohanku,
Menggali lubang tempatku jatuh,
menciptakan luka untukku sendiri.
ya kebodohanku yang ini sering terulang.
tapi sepertinya tak pantas untuk mengulang kebodohan ini sekarang,
dimana,
tubuhku sendiri sekarang membutuhkan banyak energi.
jadi tak sepantasnya kuboroskan energiku,
pikiranku,
terbuang untuk hal yg satu ini.
Ini salah besar!
Memasukan nasi ke dalam perut aja sudah bikin sakit,
kenapa mesti masukin penyakit ke hati dan otak???
aduh nyadar donk.....
Hal ini tak pantas kamu pikirkan!
Dia bukan orang yg pantas untuk menjadi penyita energimu,
gak ada apa-apanya....
dan emang itu sudah tidak ada.
cuma angin lalu saja,
hanya matahari kemarin,
dan kamulah matahari sesungguhnya,
matahari hari ini dan esok hari.
jadi,
berhentilah!
untuk buang2 energi kamu!
berhentilah!
untuk mencari penyakitmu sendiri,
berhentilah!
menorehkan luka hatimu sendiri!
tersenyumlah....
mereka menantikan sinarmu,
sinar yang menghangatkan tubuh mereka,
sinar pemberi semangat!
jangan pernah redup,
kamu yang terbaik,
dan yang paling pantas!
selamat tinggal kebodohanku.........

Minggu, 09 November 2008

Tiket kematian

Berbaring,
kemudian menyepi,
Menyudut,
Menyendiri,
Memegangi sepasang kaki yang kumiliki.
Menunduk,
menyembunyi.

Terkurung sepi,
terpasung malam sunyi,

Terlintas mimpi menampakkan kereta berhenti,
Tidak bisa lagi ku menolak untuk mengikuti,
tidak bisa lagi ku meminta kereta berhenti,
tiket kereta ternyata menang berlaku hari ini,

bekalku belum cukup,
aku memberontak,
badanku belum siap,
aku berteriak,
biarekan aku bermain sejenak,
biarkan aku tertawa terbahak,

Petugas tiket membelalak,
Petugas tiket menarik galak,

Tiket apa ini???
Kereta apa ini???
ku tersadar dari mimpi,
ku masih ingat tulisan tiket tadi.

peluh dan syukur mengikuti,
saat terjaga kembali,
karena,
semua pasti akan mengalami!

di tiket itu tertera
"Tiket waktumu berhenti dan m**i"

Semua pasti akan mengalami.

Rabu, 01 Oktober 2008

melukis mimpi

Aku melukis mimpi
karena aku dilahirkan sebagai manusia,
mari hidup di hari ini
dan memegang hari esok,
sekarang....
di matamu terbentang masa depan,
permatamu yang tak ternilai
ada di dalam hatimu,
besok pasti juga menyenangkan kan?
mari berjalan beriringan,
karena kamu ada di sini
aku bisa tersenyum terus....

ini bukan kemenanganku

Hari ini, hampir semua muslim merayakan hari kemenangan,
mereka bersuka cita
atas kemenangannya.
tapi tidak bagiku,
hari ini adalah hari penyesalan bagiku,
bukan hari kemenanganku,
Ya...
aku telah kalah,
Aku orang yang paling rugi!
tidak memanfaatkan Ramadhan yang agung dengan sebaik-baiknya.
Aku terlalu disibukkan dengan urusan dunia,
Kerjaan lah,
Keluarga lah,
Temen2 lah,
dan tektek bengek lainya yang seharusnya bisa aku tunda!
Tarawihku masih bisa dihitung jari tangan,
Jumlah juz tadarusku bahkan tidak bisa mencapai angka 1.
dan 10 hari terakhir dimaa orang2 menanti lailatul qadar,
justru aku habiskan di Mall dan Bioskop untuk nonton film dari Novel Best Seller!
Sungguh memalukan!
membuatku tak bisa tegak memandag orang2 yang meraih kemenangan yang kutemui di mesjid saat shalat Ied tadi!

Ya Allah yang Maha Pengampun,
ampunilah dosa hambamu yang lalai ini...
Berikan hamba kesempatan untuk bertemu dengan ramadhan esok,
Ampuni hamba Ya Allah...
Amin...

Selasa, 30 September 2008

Jalan mana yg kan dilalui?

Ikan di kolam masih tetap riang,
Berenang dengan girang,
Tanpa peduli dengan hati majikan,
Yang gundah...
Seperti ditawan dan menanti hukuman,

Ketika daun kering jatuh terjun bebas,
Nurani mulai mencari nafas yang kan lepas,
Bersama butir-butir masa yang telah terkelupas,
Tanpa ada yang membekas.

Kenapa...?
Itu yang selalu dia baca,
Kenapa...?
Itu yang membuat berurai air mata.

Di balik jendela,
Kertas dan pena telah bercampur duka,
Lengan kain sutera,
Telah basah dengan peluh dosa.

Ketika sayup-sayup terdengar suara yang menggema,
Hati pemilik istana bisa merasa lega,
Dunia yang gelap ini telah dibekali berjuta jalan surga,
Tinggal bagaimana niat kita,
Mau melalui jalan yang mana,
SAng penyejuk lembut berkata pada penghuni istana.

^_^