jangan percaya penglihatan,
penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya pemikiran,
pemikiran dapat menyesatkan.
Jangan percaya perasaan,
perasaan dapat menjatuhkan.
jangan percaya emosi,
emosi dapat mematikan.
jangan percaya kekayaan,
kekayaan dapat sirna.
Jangan percaya setan,
setan dapat menjerumuskan.
Percayalah pada Dia Yang Maha Mencintai,
Yang selalu membuat jiwa kita tersenyum
Sebab hanya jiwa yang bisa tersenyum
yang bisa mengubah gelap menjadi terang
dan menjadikan ahti kita selalu tersenyum...
Kamis, 10 Juli 2008
Rabu, 09 Juli 2008
^_^
Entah apa yang terukir di atas tulang,
hingga membuat aku melayang dari pijakanku sekarang,
sampai tampak hitam arang.
Mungkin saja karena sudah lama tak kulewati jalan setapak ini,
jalan yang selalu nyaman untuk dinikmati,
walau hanya ditemani daun2 jatuh karena layu.
Bau tanah setapak makin merayu,
makin maju ku berpindah,
makin tertuju ku pada kenangan indah.
Strawberry....
Diary...
Dari jauh sudah bisa kudengar nyanyian rumah yang merdu,
walau dulu ku tidak percaya rumah2 juga bisa bernyanyi merdu,
gembira...
bahagia...
Jalan setapak ini masih bisa menyimpan memori,
daun itu masih bisa menyuarakan isi hati,
Gurata merah seperti semangka di ujung sana,
menuntun kaki untuk melewati rumah indah begitu saja.
Mata ingin menatap tapi tak kuasa.
Tentu saja dengan wajah sukacita...
hingga membuat aku melayang dari pijakanku sekarang,
sampai tampak hitam arang.
Mungkin saja karena sudah lama tak kulewati jalan setapak ini,
jalan yang selalu nyaman untuk dinikmati,
walau hanya ditemani daun2 jatuh karena layu.
Bau tanah setapak makin merayu,
makin maju ku berpindah,
makin tertuju ku pada kenangan indah.
Strawberry....
Diary...
Dari jauh sudah bisa kudengar nyanyian rumah yang merdu,
walau dulu ku tidak percaya rumah2 juga bisa bernyanyi merdu,
gembira...
bahagia...
Jalan setapak ini masih bisa menyimpan memori,
daun itu masih bisa menyuarakan isi hati,
Gurata merah seperti semangka di ujung sana,
menuntun kaki untuk melewati rumah indah begitu saja.
Mata ingin menatap tapi tak kuasa.
Tentu saja dengan wajah sukacita...
Senin, 09 Juni 2008
efek prokrastinasi
Wuih... idung mampet, pala pusing...
efek mudik kemaren nih!
dah gitu si Bule sms mulu nanyain SWOT analyse nya dah selesai diterjemahin apa belom...
secara dia juga lagi sakit, jadi pengen cepet2 selesai kerjaannya..
dah gitu komputer yang di ruangan Kepeg dah penuh ma virus,
so aku mesti nyari komputer sehat di labkom bu Tari n Hesti ato ke Ruang Pak Edi Elektro.
Untung mereka tuh typical orang yg pada baik n terbuka nerima kedatanganku yg sering numpang pake komputer...
(Yah gitu deh, baru kerasa bedanya gawe di pemerintah ma di swasta. di sini musti banyak sabar, bukan cuma sabar ngadepin para birokrat tapi juga sabar ngadepin fasilitas yang gak up date.
PR besar to make a change..)
Tapi alhamdulillah tuh terjemahan selesai juga walau baru sebatas "selesai" belum sempurna.
dan aku tetep butuh si akang my new teacher to make it perfect. untung si akangnya juga sabar.. :)
bener juga sih kata si akang, kebiasaan buruk aku nunda2 kerjaan alias "prokrastinasi" mang kayak begini, kerja kayak dikejar2 hantu...!
padahal dari kemaren juga banyak waktu kosong,
cuma nunda2 ditagih yang ngasih kerjaan aja.
duh... mudah2an kebiasaan ini cepet ngilang deh...
efek mudik kemaren nih!
dah gitu si Bule sms mulu nanyain SWOT analyse nya dah selesai diterjemahin apa belom...
secara dia juga lagi sakit, jadi pengen cepet2 selesai kerjaannya..
dah gitu komputer yang di ruangan Kepeg dah penuh ma virus,
so aku mesti nyari komputer sehat di labkom bu Tari n Hesti ato ke Ruang Pak Edi Elektro.
Untung mereka tuh typical orang yg pada baik n terbuka nerima kedatanganku yg sering numpang pake komputer...
(Yah gitu deh, baru kerasa bedanya gawe di pemerintah ma di swasta. di sini musti banyak sabar, bukan cuma sabar ngadepin para birokrat tapi juga sabar ngadepin fasilitas yang gak up date.
PR besar to make a change..)
Tapi alhamdulillah tuh terjemahan selesai juga walau baru sebatas "selesai" belum sempurna.
dan aku tetep butuh si akang my new teacher to make it perfect. untung si akangnya juga sabar.. :)
bener juga sih kata si akang, kebiasaan buruk aku nunda2 kerjaan alias "prokrastinasi" mang kayak begini, kerja kayak dikejar2 hantu...!
padahal dari kemaren juga banyak waktu kosong,
cuma nunda2 ditagih yang ngasih kerjaan aja.
duh... mudah2an kebiasaan ini cepet ngilang deh...
Minggu, 23 Maret 2008
yang slalu mengingatkan ^_^
Angin begitu kencang meniup layang-layang,
benang itu hilang dari tangan,
begitu panjang,
terasa sakit sayatan benang di jari tangan,
terlalu sayang untuk dilepaskan...
sudah kau ulur dan tarik pelan,
sehingga perih luka semakin membebas tak terkirakan,
bukan salah karena tak ada persiapan,
benang putus di pangkal tangan,
Hai kawan!
tiba2 kau tepuk pundak mengingatkan,
membawa burung layang-layang baru kesukaan,
jangan terlalu panjang kau mengulur benang yang tajam,
jika tak ingin jari tangan tersayat dalam,
walau hanya sebuah permainan,
persiapkan pelindung tangan,
supaya benang bisa terikat ke dasar buritan.
Kalaupun terangkat,
kau bisa mudah meraih dengan cekatan...
^_^
benang itu hilang dari tangan,
begitu panjang,
terasa sakit sayatan benang di jari tangan,
terlalu sayang untuk dilepaskan...
sudah kau ulur dan tarik pelan,
sehingga perih luka semakin membebas tak terkirakan,
bukan salah karena tak ada persiapan,
benang putus di pangkal tangan,
Hai kawan!
tiba2 kau tepuk pundak mengingatkan,
membawa burung layang-layang baru kesukaan,
jangan terlalu panjang kau mengulur benang yang tajam,
jika tak ingin jari tangan tersayat dalam,
walau hanya sebuah permainan,
persiapkan pelindung tangan,
supaya benang bisa terikat ke dasar buritan.
Kalaupun terangkat,
kau bisa mudah meraih dengan cekatan...
^_^
Selasa, 18 Maret 2008
when I was being a deaf n mute...
Sungguh tak adil rasanya jika mereka para client-ku (sebutan untuk siswa berusia 17-30 thn yg menajdi amanah baru bagiku), disebut sebagai penyandang cacat hanya karena mereka mempunyai ketidaksempurnaan secara fisik. (Yups, mereka telah terlanjur disebut sebagai penyandang cacat sesuai dengan UU No. 4 thn 1997 tentang Penyandang Cacat, dimana di pasal 1 disebutkan bahwa penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara selayaknya, yang terdiri dari : penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental , serta penyandang cacat fisik dan mental (ganda)).
Tapi bagiku tetep rasanya tak adil jika menyebutkan mereka sebagai penyandang cacat, jadi untuk selanjutnya aku, untuk diriku sendiri dan lingkungan terdekatku yang satu bahasa denganku hanya akan menyebut mereka sebagai client saja... terserah yang lain mau setuju atau tidak... :P bagiku, para client itu hanya mempunyai kemampuan yang berbeda dengan orang-orang normal yang memiliki kesempurnaan fisik pada umumnya.
Pagi itu, ketika untuk pertama kalinya aku bergabung langsung dengan kegiatan mereka di hari Sabtu, yaitu kegiatan olahraga dan seni.
Perasaanku aneh, saat kumasuki Aula tempat 100 client-ku berlatih.
aku serasa menjadi asing di situ, merasa menjadi golongan minoritas.
APalagi ketika kulihat mereka bercanda dan tertawa dengan menggunakan bahasa mereka. Aku sama sekali tidak paham!
Aku sungguh benar2 menjadi orang yang cacat saat itu, karena aku tidak bisa memahami apa yang mereka bicarakan dan tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Kemampuan bahasa dan komunikasi aku seolah-olah tak ada gunanya saat itu.
aku benar-benar menjadi orang yang bisu & tuli yang tidak bisa memahami dan ikut ngobrol dengan mereka. yups, karrena aku memang belum bisa menggunakan bahasa mereka.
mungkin ini pula yang pernah mereka rasakan ketika mereka bergabung dengan orang-orang normal kebanyakan.
O, beginikah rasanya menjadi orang yang berbeda dengan orang kebanyakan???
Beginikah rasanya menjadi orang bisu dan tuli??
HAtiku perih,
apalagi ketika ada satu client perempuan yang dengan ramahnya dari kejauhan mengajak aku tersenyum dan menggunakan bahasa isyarat untuk menyapaku, tapi aku hanya bisa membalas dengan senyuman saja, karena bener2 gak tau harus jawab gimana... aku jawabpun, dia gak akan dengar n ngerti bahasa aku.
O ternyata aku memang belum bisa apa2 untuk membantu mereka,
padahal ada ilmu yang harus aku amalkan kepada mereka, tapi sampai saat itu aku belum tau bagaimana cara menyampaikannya...
pengalamanku menjadi orang bisu dan tuli menjadi cambuk yang hebat untukku, untuk belajar bahasa isyarat...
cambuk yang sangat hebat!
Alhamdulillah satu hari berikutnya aku sudah bisa sedikit memahami bahasa mereka, dan menjadikan aku seperti anak kecil yg belajar ngomong, masih terbata2...
Terima kasih teman2 yang sudah ngajarin aku bahasa isyarat..
aku akan terus belajar agar aku bisa lebih lancar menggunakan bahasa isyarat.
I promise!
Tapi bagiku tetep rasanya tak adil jika menyebutkan mereka sebagai penyandang cacat, jadi untuk selanjutnya aku, untuk diriku sendiri dan lingkungan terdekatku yang satu bahasa denganku hanya akan menyebut mereka sebagai client saja... terserah yang lain mau setuju atau tidak... :P bagiku, para client itu hanya mempunyai kemampuan yang berbeda dengan orang-orang normal yang memiliki kesempurnaan fisik pada umumnya.
Pagi itu, ketika untuk pertama kalinya aku bergabung langsung dengan kegiatan mereka di hari Sabtu, yaitu kegiatan olahraga dan seni.
Perasaanku aneh, saat kumasuki Aula tempat 100 client-ku berlatih.
aku serasa menjadi asing di situ, merasa menjadi golongan minoritas.
APalagi ketika kulihat mereka bercanda dan tertawa dengan menggunakan bahasa mereka. Aku sama sekali tidak paham!
Aku sungguh benar2 menjadi orang yang cacat saat itu, karena aku tidak bisa memahami apa yang mereka bicarakan dan tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Kemampuan bahasa dan komunikasi aku seolah-olah tak ada gunanya saat itu.
aku benar-benar menjadi orang yang bisu & tuli yang tidak bisa memahami dan ikut ngobrol dengan mereka. yups, karrena aku memang belum bisa menggunakan bahasa mereka.
mungkin ini pula yang pernah mereka rasakan ketika mereka bergabung dengan orang-orang normal kebanyakan.
O, beginikah rasanya menjadi orang yang berbeda dengan orang kebanyakan???
Beginikah rasanya menjadi orang bisu dan tuli??
HAtiku perih,
apalagi ketika ada satu client perempuan yang dengan ramahnya dari kejauhan mengajak aku tersenyum dan menggunakan bahasa isyarat untuk menyapaku, tapi aku hanya bisa membalas dengan senyuman saja, karena bener2 gak tau harus jawab gimana... aku jawabpun, dia gak akan dengar n ngerti bahasa aku.
O ternyata aku memang belum bisa apa2 untuk membantu mereka,
padahal ada ilmu yang harus aku amalkan kepada mereka, tapi sampai saat itu aku belum tau bagaimana cara menyampaikannya...
pengalamanku menjadi orang bisu dan tuli menjadi cambuk yang hebat untukku, untuk belajar bahasa isyarat...
cambuk yang sangat hebat!
Alhamdulillah satu hari berikutnya aku sudah bisa sedikit memahami bahasa mereka, dan menjadikan aku seperti anak kecil yg belajar ngomong, masih terbata2...
Terima kasih teman2 yang sudah ngajarin aku bahasa isyarat..
aku akan terus belajar agar aku bisa lebih lancar menggunakan bahasa isyarat.
I promise!
Rabu, 05 Maret 2008
Life must go on and on...
Flamengo diam tak bergerak
demi menanti apa yang ia inginkan
Jejak kakinya kuat membekas
dan raut mukanya tak pernah masam
layaknya plum kesukaan...
Sekali kepak dia terbang jauh
membawa harap di ujung paruh
Kuangkat kepala di ujung senja
dia masih anggun di atas kanopi
Kusaring bunyi-bunyi di tepi bungalow ini,
sambil menanti pulangnya matahari.
Udara terasa dingin menyapa,
ketika separuh bulan tersembunyi
di balik kumpulan awan tebal,
seraya kupakai mantel kumal
Hening...
Kering...
Dingin...
tak membuat surut mata ini untuk terus mengamati,
gerakan apa lagi yang akan dibuatnya nanti.
^__^
demi menanti apa yang ia inginkan
Jejak kakinya kuat membekas
dan raut mukanya tak pernah masam
layaknya plum kesukaan...
Sekali kepak dia terbang jauh
membawa harap di ujung paruh
Kuangkat kepala di ujung senja
dia masih anggun di atas kanopi
Kusaring bunyi-bunyi di tepi bungalow ini,
sambil menanti pulangnya matahari.
Udara terasa dingin menyapa,
ketika separuh bulan tersembunyi
di balik kumpulan awan tebal,
seraya kupakai mantel kumal
Hening...
Kering...
Dingin...
tak membuat surut mata ini untuk terus mengamati,
gerakan apa lagi yang akan dibuatnya nanti.
^__^
Selasa, 26 Februari 2008
Petunjuk yg sesungguhnya, Thank U Allah...
Miss Santi mo resign?
kena penalty miss?
berapa?
KOk mau miss?
mendingan juga kabur..., gak bayar juga gpp! (nah lho!)
aku bantuin pake LBH ya...?
and so on...
Heboh!
Banyak sekali komentar temen2 menanggapai resignnya aku n penalty yg harus aku bayar sebagai konsekuensi karena aku resign sebelum masa kontrak selesai...
tanggapan n saran dari temen2 bikin aku bimbang, pake cara yg mana?
bayar? memang cukup besar jumlahnya, setahun gaji guru di sekolah tampat kami ngajar.
kabur? wah kayaknya pengecut ya.. aman d dunia tapi gak d akhirat.
pake LBH? gak kali... jelas2 aku dah menandatangani perjanjian dulu sebelum mulai kerja.
diskusi ma temen sana sini, yg ada tambah bingung.
akhirnya, abis sholat magrib, aku baca Quran, aku buka dengan acak dan aku membaca dua ayat yg tak sengaja aku pilih. pas dah aku baca, ternyata maknanya sangat dalem, sesuai banget dengan masalah yg aku alami.
ternyata ayat yg tak sengaja aku pilih itu adalah QS Ali Imran, 76-77, yg artinya "(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan)Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak akan mendapat bahagian (pahala) di akhirat dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka, bagi mereka azab yg pedih"
Thank U Allah, for Ur guidance....
akhirnya aku mendapatkan petunjuk yang sesungguhnya...
berapa?
KOk mau miss?
mendingan juga kabur..., gak bayar juga gpp! (nah lho!)
aku bantuin pake LBH ya...?
and so on...
Heboh!
Banyak sekali komentar temen2 menanggapai resignnya aku n penalty yg harus aku bayar sebagai konsekuensi karena aku resign sebelum masa kontrak selesai...
tanggapan n saran dari temen2 bikin aku bimbang, pake cara yg mana?
bayar? memang cukup besar jumlahnya, setahun gaji guru di sekolah tampat kami ngajar.
kabur? wah kayaknya pengecut ya.. aman d dunia tapi gak d akhirat.
pake LBH? gak kali... jelas2 aku dah menandatangani perjanjian dulu sebelum mulai kerja.
diskusi ma temen sana sini, yg ada tambah bingung.
akhirnya, abis sholat magrib, aku baca Quran, aku buka dengan acak dan aku membaca dua ayat yg tak sengaja aku pilih. pas dah aku baca, ternyata maknanya sangat dalem, sesuai banget dengan masalah yg aku alami.
ternyata ayat yg tak sengaja aku pilih itu adalah QS Ali Imran, 76-77, yg artinya "(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan)Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak akan mendapat bahagian (pahala) di akhirat dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka, bagi mereka azab yg pedih"
Thank U Allah, for Ur guidance....
akhirnya aku mendapatkan petunjuk yang sesungguhnya...
Langganan:
Postingan (Atom)